Hari Kesaktian Pancasila, Pemkot Balikpapan Ingatkan Ancaman Polarisasi Digital
Balikpapan

Hari Kesaktian Pancasila, Pemkot Balikpapan Ingatkan Ancaman Polarisasi Digital

  • Hari Kesaktian Pancasila di Balikpapan menjadi momentum memperkuat persatuan, menghadapi disinformasi digital
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi perubahan dan keberagaman yang semakin dinamis.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo saat membacakan sambutan Wali Kota Balikpapan dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Balai Kota Balikpapan, Kamis (1/10/2026). 

Upacara tersebut diikuti unsur TNI, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Balikpapan, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), serta para veteran.

Dalam sambutannya, Wali Kota Balikpapan menyebut 1 Oktober menjadi momentum untuk kembali mengingat sejarah bangsa ketika ideologi negara pernah menghadapi ancaman. 

“Pancasila bukan sekadar teks yang kita baca atau kita hafalkan, melainkan tameng, jangkar dan pemandu hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” demikian pesan yang disampaikan Bagus. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/apbd-perubahan-balikpapan-2026-pendapatan-turun-rp-73-77-miliar

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Menurut wawali, tema tersebut memiliki relevansi dengan kondisi Kota Balikpapan yang kini memegang peran semakin strategis sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Balikpapan tengah mengalami transformasi di berbagai sektor, mulai infrastruktur, konektivitas hingga pertumbuhan ekonomi dan sosial. Kondisi tersebut juga diikuti meningkatnya arus pendatang yang masuk ke Kota Balikpapan. 

“Gelombang modernisasi dan arus pendatang yang masuk ke Kota Balikpapan menuntut kita untuk menjadi pribadi yang adaptif, namun tetap teguh pada akar budaya,” ujarnya. 

Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Balaikota Balikpapan pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Di tengah keberagaman suku, budaya dan agama, Pancasila dinilai memiliki peran penting sebagai nilai perekat masyarakat. 

Keberagaman warga Balikpapan, lanjutnya, harus dikelola sebagai kekuatan dan modal pembangunan, bukan menjadi celah yang dapat memicu perpecahan. 

Semangat gotong royong yang menjadi bagian dari nilai Pancasila juga dinilai penting untuk memastikan pembangunan Kota Balikpapan berlangsung secara inklusif, adil dan merata. 

Pemkot Balikpapan menekankan agar pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kota dapat memberikan manfaat kepada seluruh lapisan masyarakat. 

“Kita harus memastikan bahwa kemajuan ekonomi dan kemegahan kota ini dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat Balikpapan tanpa ada yang tertinggal,” pesannya. 


ASN Diminta Wujudkan Pancasila Lewat Pelayanan Publik 

Dalam kesempatan tersebut, aparatur pemerintah dan seluruh elemen masyarakat juga diajak menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

Menurutnya, bagi ASN, nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui pelayanan publik yang bersih, berintegritas dan transparan.

Sementara bagi generasi muda dan pelajar, Pancasila diharapkan menjadi penyaring dalam menghadapi derasnya arus informasi di ruang digital.

“Bagi para pemuda dan pelajar, benteng diri kalian dari disinformasi dan polarisasi digital dengan menjadikan Pancasila sebagai penyaring dan kompas moral dalam bertindak,” katanya.

Pihaknya juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi kota agar tetap kondusif dan nyaman dihuni.

Balikpapan diharapkan mampu menjadi etalase terdepan yang mendukung peradaban baru Indonesia di kawasan timur Nusantara.

“Persatuan adalah kunci dan Pancasila adalah rumah bersama kita,” pungkasnya. ***