
HBA Oktober 2026 Turun, Harga Batu Bara 5.300 GAR Jadi USD 90,60 per Ton
- Seng dan Timbal Justru Menguat
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) dan Harga Mineral Logam Acuan (HMA) periode pertama Oktober 2026 melalui Kepmen ESDM Nomor 384.K/MB.01/MEM.B/2026.
Penetapan terbaru menunjukkan harga batu bara kembali mengalami koreksi dibandingkan periode kedua September 2026. Penurunan paling terlihat pada batu bara dengan nilai kalori 5.300 kcal/kg GAR yang kini berada di level USD 90,60 per ton.
Harga tersebut turun dari USD 93,94 per ton pada periode sebelumnya.
Sementara itu, batu bara dengan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR ditetapkan sebesar USD 122,52 per ton, turun dari USD 123,54 per ton.
Koreksi HBA tersebut mencerminkan dinamika keseimbangan pasokan dan permintaan energi di pasar global memasuki kuartal IV 2026.
Harga Batu Bara Oktober 2026
Dua jenis batu bara yang menjadi acuan tersebut sama-sama mengalami penurunan.
- Batu bara 6.322 kcal/kg GAR: USD 122,52 per ton, turun dari USD 123,54.
- Batu bara I 5.300 kcal/kg GAR: USD 90,60 per ton, turun dari USD 93,94.
Penurunan harga acuan terjadi ketika pasar energi global memasuki periode akhir tahun dengan dinamika permintaan dan pasokan yang terus berubah.
Bagi industri pertambangan, perubahan HBA menjadi salah satu indikator penting karena digunakan dalam mekanisme penetapan harga dan transaksi komoditas batu bara.
Harga Nikel dan Emas Ikut Terkoreksi
Selain batu bara, pemerintah juga menetapkan harga acuan untuk sejumlah mineral logam pada periode pertama Oktober 2026.
Sejumlah komoditas yang sebelumnya mengalami kenaikan pada pertengahan September kini bergerak melemah.
Nikel ditetapkan sebesar USD 16.322,67 per dmt, sedangkan kobalt berada di level USD 41.047,33 per dmt.
Sementara itu, emas sebagai mineral ikutan ditetapkan sebesar USD 4.336,11 per troy ounce.
Ketiga komoditas tersebut mengalami penyesuaian atau koreksi dibandingkan periode sebelumnya.
Seng dan Timbal Justru Menguat
Di tengah koreksi sejumlah mineral logam, tidak semua komoditas mengalami penurunan.
Harga seng justru menguat menjadi USD 4.023,20 per dmt. Sementara harga timbal naik menjadi USD 1.870,50 per dmt dibandingkan periode sebelumnya.
Pergerakan yang berbeda tersebut menunjukkan kondisi pasar mineral logam yang masih beragam, dipengaruhi oleh dinamika masing-masing komoditas.
HMA dan HBA Jadi Dasar Harga Patokan Penjualan
Penetapan HMA dan HBA secara berkala merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memberikan acuan resmi dalam transaksi komoditas pertambangan.
Harga tersebut menjadi pijakan dalam perhitungan Harga Patokan Penjualan (HPM) mineral logam dan batu bara.
Melalui mekanisme harga acuan, pemerintah berupaya menjaga transparansi dan stabilitas dalam perdagangan komoditas pertambangan nasional, sekaligus memberikan dasar perhitungan yang lebih terukur bagi pelaku usaha.
Dengan penetapan periode pertama Oktober 2026 ini, pelaku industri batu bara dan mineral kembali memiliki acuan harga resmi untuk menjalankan kegiatan perdagangan dan penjualan komoditas pada awal kuartal IV.***
