Pabrik Inaco di Bekasi. Antrean jual saham yang lebih besar dari jumlah yang beredar, bikin heboh bursa saham Indonesia.
Ekbis

Heboh! Antrean Jual Saham JELI Lebih Banyak daripada Saham yang Beredar

  • Manajemen Beri Penjelasan
Ekbis
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM – Pasar modal Indonesia dihebohkan dengan munculnya antrean jual saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang mencapai sekitar 68 juta lot. Padahal jumlah keseluruhan saham perseroan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya 12,66 juta lot. 

Fenomena yang memicu kepanikan investor itu akhirnya dijelaskan oleh manajemen perusahaan melalui keterbukaan informasi kepada otoritas Bursa, Sabtu, 1 Juli 2026.

Dalam klarifikasinya, Niramas Utama menegaskan bahwa berdasarkan penjelasan BEI, kemunculan antrean jual jumbo tersebut bukan disebabkan gangguan sistem perdagangan BEI, serangan siber (cyberattack), maupun glitch pada sistem Bursa.

BEI Ungkap Penyebab Antrean Jual Jumbo Saham JELI

Produsen jeli dengan merek Nata de coco menjelaskan, berdasarkan pertemuan dengan BEI pada 30 Juli 2026, hasil penelusuran awal Bursa menunjukkan adanya indikasi ketidaksesuaian penyampaian pesanan (order) jual oleh salah satu Anggota Bursa (AB).

Kondisi itu menyebabkan munculnya penawaran jual dalam jumlah yang jauh melebihi total saham JELI yang tercatat di BEI. Hingga kini, indikasi tersebut masih dalam proses penelaahan oleh Bursa bersama pihak terkait.

Antrean 68 Juta Lot Bukan Berarti Seluruhnya Terjual

Dalam keterbukaan informasi, Niramas Utama menjelaskan antrean jual sekitar 68 juta lot yang terlihat di pasar hanyalah order yang tercantum di order book.

Perseroan menegaskan bahwa antrean tersebut tidak serta-merta menunjukkan transaksi telah terjadi.

“Antrean penawaran jual tersebut merupakan order yang tercantum dalam order book dan tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya transaksi yang telah terlaksana,” jelas Corporate Secretary PT Niramas Utama Tbk, Felicia Novianti Lukman.

Sebagai perbandingan, total saham JELI yang tercatat di BEI hanya 12,66 juta lot, termasuk 2,66 juta lot yang dimiliki masyarakat atau free float.

Panic Selling Sempat Terjadi, Fundamental Tetap Aman

Niramas Utama mengakui kemunculan antrean jual tersebut memicu persepsi negatif di pasar sehingga terjadi tekanan jual atau panic selling yang menyebabkan harga saham bergerak tidak wajar.

Namun, perseroan memastikan kondisi tersebut tidak berdampak material terhadap operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha.

Manajemen menegaskan operasional perusahaan tetap berjalan normal dan fundamental bisnis tetap terjaga.

Saham JELI Tetap Menguat pada Perdagangan 31 Juli

Meski sempat diwarnai fenomena antrean jual jumbo yang menyita perhatian pelaku pasar, saham JELI justru ditutup menguat pada perdagangan 31 Juli 2026.

Saham JELI berakhir di level Rp630, naik 25 poin atau 4,13 persen. Sepanjang perdagangan, saham bergerak pada kisaran Rp595 hingga Rp635.

Aktivitas transaksi juga cukup tinggi dengan volume mencapai 15.697.200 saham, nilai transaksi sekitar Rp9,73 miliar, serta terjadi dalam 3.214 kali transaksi.

Niramas Utama Tegaskan Komitmen Transparansi

Perseroan menyatakan tetap berkomitmen menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) melalui keterbukaan informasi dan komunikasi yang transparan kepada investor, regulator, serta pemangku kepentingan.

Perusahaan juga menegaskan akan terus fokus mengembangkan bisnis dan menjaga kinerja guna menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.***