PT Hetzer Medical Indonesia tak lagi menempatkan kas di Bank Mandiri.
Ekbis

Hetzer Medical Indonesia Pindahkan Kas dari Bank Mandiri, Ini Alasannya

  • Transaksi Gunakan Bank Lain
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS), produsen peralatan medis seperti stetoskop, tensimeter, masker, dan bouffant cap, tak lagi menempatkan kas perusahaan di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Keputusan tersebut diungkapkan manajemen Hetzer Medical Indonesia dalam penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait koreksi laporan keuangan perseroan periode 31 Maret 2026.

Corporate Secretary PT Hetzer Medical Indonesia Tbk, Yenny Marlina, mengatakan keputusan tersebut diambil karena perseroan tidak melakukan transaksi melalui Bank Mandiri maupun PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

"Perseroan tidak pernah melakukan transaksi di kedua bank tersebut," kata Yenny dalam penjelasan kepada BEI.

Menurut dia, seluruh transaksi pembayaran kepada pemasok (supplier) maupun penerimaan pembayaran dari pelanggan perseroan dilakukan melalui PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

BACA JUGA:

IHSG Masuki September 2026, Peluang Tembus 6.822 Terbuka, Waspadai The Fed - ibukotakini.com

Dengan demikian, perseroan memilih memusatkan transaksi perbankannya melalui bank yang memang digunakan untuk aktivitas operasional.

"Langkah ini dilakukan untuk menekan biaya administrasi transaksi antarbank," ujar Yenny.

Strategi Manajemen Kas Hetzer Medical

Di tengah perubahan penempatan kas tersebut, Hetzer Medical Indonesia menyatakan tetap menerapkan strategi manajemen kas secara hati-hati dan terukur.

Manajemen memastikan kecukupan likuiditas dengan mengoptimalkan penerimaan dan pengeluaran kas. Perseroan juga menjaga ketersediaan dana untuk memenuhi kebutuhan operasional serta kewajiban perusahaan.

Adapun saldo rata-rata kas dan bank perseroan per akhir bulan tercatat sebesar Rp350,06 juta.

BACA JUGA:

‎IHSG Pekan Ini Diprediksi Menguat, Berpeluang Tembus 6.600 - ibukotakini.com

Angka tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan dalam menjaga likuiditas di tengah kondisi pasar yang dinilai belum sepenuhnya mendukung pengembangan sejumlah lini bisnis.

Piutang Usaha Jadi Perhatian

Selain pengelolaan kas, Hetzer Medical Indonesia juga menghadapi tantangan dalam penagihan piutang usaha.

Perseroan melakukan penagihan secara aktif melalui pemberitahuan jatuh tempo, komunikasi dengan pelanggan melalui telepon maupun pertemuan langsung.

Apabila diperlukan, perseroan juga memberikan kelonggaran pembayaran secara angsuran untuk mendorong penyelesaian kewajiban pelanggan.

BACA JUGA:

UMKM Binaan BI Balikpapan Raih Transaksi Rp80 Juta di KKI 2026 - ibukotakini.com

Khusus pelanggan dengan piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari, manajemen mengaku telah melakukan pendekatan dan komunikasi secara aktif.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh kepastian penyelesaian sekaligus mendorong pembayaran piutang.

Manajemen menyebut salah satu kendala penagihan terjadi ketika pelanggan mengalami masalah finansial atau masih menunggu pembayaran dari pihak lain. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada keterlambatan pembayaran kepada perseroan.

Penjualan Naik, Pesanan Masker Bertambah

Di sisi lain, Hetzer Medical Indonesia mencatat peningkatan signifikan penjualan hingga periode 30 Juni 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Manajemen menjelaskan, kenaikan tersebut terutama didorong bertambahnya pesanan produk masker dalam jumlah lebih besar.

BACA JUGA:

Kartu Kredit Indonesia Diluncurkan, MDR QRIS 0 Persen Diperluas Mulai Oktober - ibukotakini.com

Pertumbuhan pesanan ditopang oleh penambahan distributor baru serta keberlanjutan kerja sama dengan distributor yang sudah ada.

Selain penjualan produk masker, perseroan juga memperoleh tambahan pendapatan dari jasa machining.

Secara keseluruhan, pendapatan Hetzer Medical Indonesia sepanjang Januari-Juni 2026 tercatat sebesar Rp11,53 miliar.

Untuk meningkatkan penjualan dan profitabilitas, perseroan menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya memperluas jangkauan penjualan ke pasar modern, menambah distributor baru, serta memaksimalkan kapasitas produksi untuk memenuhi pesanan dari kegiatan usaha baru.

BACA JUGA:

Layanan CT Scan Resmi Beroperasi di RSUD RAPB PPU - ibukotakini.com

Perseroan juga berupaya menekan biaya operasional agar peningkatan penjualan dapat diikuti dengan perbaikan profitabilitas.

Sejumlah Bisnis Alat Kesehatan Belum Beroperasi

Meski bergerak di sektor alat kesehatan, Hetzer Medical Indonesia mengakui sejumlah kegiatan usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) belum direalisasikan secara operasional.

Kegiatan usaha dengan KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 hingga saat ini belum beroperasi secara komersial.

Manajemen menyebut kondisi pasar yang belum mendukung, tingginya kebutuhan investasi awal, serta biaya pengurusan perizinan menjadi sejumlah pertimbangan.

Selain itu, sebagian besar belanja alat kesehatan nasional masih bergantung pada anggaran pemerintah. Pengetatan anggaran pemerintah turut menjadi faktor yang diperhitungkan perseroan.

Atas kondisi tersebut, Hetzer Medical Indonesia memilih mengambil langkah konservatif dengan mengkaji kembali kelayakan komersial sejumlah kegiatan usaha.

"Perseroan memilih bersikap hati-hati dan mengkaji ulang kelayakan komersialnya demi menjaga likuiditas serta stabilitas keuangan perseroan," jelas manajemen.

Belum beroperasinya sejumlah lini bisnis tersebut juga menyebabkan proyeksi pendapatan dari KBLI terkait belum terealisasi.***