Hilal Gagal Teramati di Balikpapan, Ini Penjelasan BMKG
Balikpapan

Hilal Gagal Teramati di Balikpapan, Ini Penjelasan BMKG

  • BMKG melakukan pemantauan hilal di dua titik di Kalimantan Timur
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Hasil pemantauan hilal yang dilakukan oleh pada Senin 17 Februari 2026 menunjukkan bahwa hilal belum dapat terlihat di wilayah Balikpapan maupun sekitarnya. 

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan Rasmid menerangkan, secara astronomis, posisi bulan saat matahari terbenam masih berada di bawah ufuk.

Berdasarkan perhitungan hisab, ketinggian hilal di Balikpapan tercatat sekitar minus 1 derajat. Selain itu, konjungsi (ijtimak) sebagai penanda awal bulan baru juga terjadi setelah matahari terbenam.

“Ijtima untuk wilayah Balikpapan terjadi pukul 20.01 Wita. Artinya saat matahari terbenam, bulan belum memasuki fase bulan baru dan posisinya masih di bawah ufuk, sekitar minus 1,2 derajat. Dengan kondisi tersebut, hilal tidak mungkin teramati,” jelasnya.

BACA JUGA:

Kapan Mulai Puasa di Balikpapan? Simak Informasinya - ibukotakini.com

BMKG melakukan pemantauan hilal di dua titik di Kalimantan Timur, yakni di Balikpapan dan satu titik tambahan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemantauan di IKN dilakukan sebagai bagian dari dukungan pengamatan di wilayah timur Indonesia.

Rasmid menyebut, secara nasional BMKG menggelar rukyatul hilal di 20 lokasi berbeda. Namun dengan posisi bulan yang masih negatif di sebagian wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, potensi hilal terlihat sangat kecil.

Hasil pengamatan ini selanjutnya dilaporkan sebagai bagian dari bahan pertimbangan dalam penetapan awal Ramadan melalui sidang isbat oleh pemerintah pusat. ***