
Hotspot Kaltim Capai 788 Titik, Berau Tertinggi dengan 497 Titik
- Sebanyak 788 hotspot terdeteksi di Kalimantan Timur pada 31 Agustus 2026
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Titik panas atau hotspot di Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai 788 titik pada Senin, 31 Agustus 2026. Kabupaten Berau menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 497 titik.
Data tersebut tercatat pada periode 31 Agustus 2026 pukul 01.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita.
Dari total 788 titik panas yang terdeteksi di Kaltim, sebanyak 497 titik berada di Kabupaten Berau. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lainnya.
Sementara itu, Kabupaten Kutai Timur mencatat 96 titik panas, disusul Kabupaten Paser sebanyak 92 titik dan Kutai Kartanegara sebanyak 62 titik.
Adapun Kutai Barat terpantau memiliki 28 titik, Mahakam Ulu 6 titik, Balikpapan 4 titik, Bontang 2 titik, dan Samarinda 1 titik.
Berdasarkan data tersebut, Berau menyumbang sekitar 63 persen dari total hotspot Kaltim pada periode pengamatan tersebut.
Dari 497 titik panas di Berau, sebanyak 4 titik masuk kategori L, 431 titik kategori M, dan 62 titik kategori H.
BACA JUGA:
Satgas PKH Ambil Alih 111,71 Hektare Tahura Bukit Soeharto - ibukotakini.com
Kutai Timur berada di posisi berikutnya dengan 96 titik, terdiri atas 85 titik kategori M dan 11 titik kategori H.
Di Kabupaten Paser, terdeteksi 92 titik panas, dengan rincian 2 titik kategori L, 87 titik kategori M, dan 3 titik kategori H.
Sementara di Kutai Kartanegara terdapat 62 titik panas, terdiri dari 59 titik kategori M dan 3 titik kategori H.
Hotspot Juga Terdeteksi di Balikpapan
Kota Balikpapan juga masuk dalam wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas. Sebanyak 4 hotspot tercatat pada periode pengamatan.
Keempat titik tersebut berada pada kategori M.
Selain Balikpapan, hotspot juga terdeteksi di Samarinda sebanyak 1 titik dan Bontang sebanyak 2 titik. Seluruhnya berada pada kategori M.
Berikut sebaran 788 hotspot di Kalimantan Timur pada 31 Agustus 2026 hingga pukul 17.00 Wita:

Tingginya jumlah hotspot di sejumlah wilayah Kaltim menjadi indikator yang perlu mendapat perhatian, terutama dalam periode rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ***
Catatan: Data hotspot menunjukkan titik indikasi panas berdasarkan hasil pemantauan, sehingga tidak otomatis berarti seluruh titik merupakan kejadian karhutla. Verifikasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
