Hotspot Kaltim Melonjak 1.260 Titik, Kabut Asap Selimuti Balikpapan
Balikpapan

Hotspot Kaltim Melonjak 1.260 Titik, Kabut Asap Selimuti Balikpapan

  • BMKG mengimbau warga Kota Minyak mulai mengantisipasi dampak partikel asap dengan mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah
Balikpapan
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Kota Balikpapan diselimuti kabut asap pekat pada Selasa pagi. Fenomena ini dipicu oleh lonjakan drastis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. 

Hal ini membuat jarak pandang di Kota Minyak merosot tajam hingga tersisa 3 kilometer.

Kepala BMKG Stasiun Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, membeberkan bahwa peningkatan kabut asap ini berjalan lurus dengan ledakan jumlah titik panas (hotspot) di Kaltim. 

Berdasarkan pantauan hingga pukul 00.00 WITA malam tadi, total titik panas melompat drastis ke angka 1.260 titik, dari hari sebelumnya yang hanya mencatat 544 titik.

"Totalnya untuk per tanggal ini adalah 1.260 titik. Dibandingkan dengan tanggal sebelumnya yang sekitar 544 titik, artinya ada kenaikan titik panas yang cukup signifikan," ungkap Djoko pada Selasa, (22/09/2026).

BACA JUGA: 

https://ibukotakini.com/read/kelompok-rentan-diminta-waspada-bahaya-kabut-asap-karhutla

Dari ribuan titik panas tersebut, sebaran mayoritas terpantau di Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur, hingga Mahakam Ulu.

Djoko menjelaskan, kepulan asap tebal yang mengepung Balikpapan tidak menutup kemungkinan merupakan kiriman dari daerah-daerah tetangga yang tengah dilanda karhutla.

Total titik panas melompat drastis ke angka 1.260 titik

Selain itu, pola pergerakan angin darat pada pagi hari yang berhembus dari arah utara menuju selatan turut membawa partikel-partikel asap merangsek masuk ke wilayah perkotaan.

"Kabut biasanya akan berangsur menipis menjelang siang hari seiring teriknya paparan sinar matahari yang mengangkat lapisan asap, kecuali jika kondisi langit mendung," tukasnya.
Ia menyebut dampak kabut asap ini paling dirasakan di kawasan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

"Laporan observasi pukul 07.00 WITA mencatat visibilitas atau jarak pandang sempat drop hingga 3.000 meter (3 kilometer), sebelum akhirnya kembali merangkak naik di atas 5 kilometer setelah cuaca mulai cerah," jelas Djoko.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/karhutla-balikpapan-meningkat-49-kasus-tercatat-selama-september

Di sisi lain, perihal kualitas udara, BMKG mencatat ada 11 titik alat pemantau parameter PM 2,5 yang tersebar di Kaltim.

Samarinda tercatat sebagai wilayah dengan kondisi paling parah di mana indeks polusi sempat menyentuh angka di atas 300, yang masuk dalam kategori berbahaya untuk beraktivitas di luar ruangan.

Sebaliknya, merujuk data Kementerian Lingkungan Hidup, indeks kualitas udara di Balikpapan masih bertengger di kisaran angka 60 sampai 90.

"Angka ini menempatkan Balikpapan dalam zona warna biru, yang berarti kondisi udara masih tergolong aman dan nyaman bagi masyarakat untuk beraktivitas," imbuhnya.

Meski demikian, pihak BMKG tetap mengimbau warga Kota Minyak agar mulai mengantisipasi dampak partikel asap dengan mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. 

"Adapun prakiraan cuaca Balikpapan saat ini terpantau cerah berawan dengan kecepatan angin berkisar antara 5 hingga 16 knot," pungkasnya. ***