
Hotspot Kaltim Turun Jadi 1.106 Titik, Paser Masih Tertinggi Hari Ini
- Kutai Timur, Berau, Paser dan Kukar masih mencatat hotspot terbanyak
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Jumlah titik panas atau hotspot di Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami penurunan cukup tajam. Dari 1.591 titik yang terdeteksi sepanjang Minggu (13/9), jumlahnya turun menjadi 1.106 titik berdasarkan pemantauan hingga Senin (14/9) pukul 17.00 WITA.
Artinya, terdapat pengurangan 485 titik panas atau sekitar 30,5 persen dalam periode pemantauan tersebut.
Meski menurun, sebaran hotspot masih cukup tinggi di sejumlah wilayah. Kutai Timur menjadi daerah dengan titik panas terbanyak pada pemantauan 14 September, yakni 254 titik.
Disusul Berau dengan 261 titik dan Paser sebanyak 303 titik. Sementara Kutai Kartanegara mencatat 212 titik dan Kutai Barat 55 titik.
Berdasarkan tingkat kepercayaan deteksi, sebagian besar hotspot berada pada kategori sedang. Di Kutai Timur misalnya, dari 254 titik, sebanyak 218 titik berkategori sedang dan 36 titik berkategori rendah. Tidak ada titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Di Berau, dari total 261 hotspot, sebanyak 239 titik berkategori sedang, 17 rendah, dan lima titik berkategori tinggi.
Paser juga masih menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi. Sebanyak 303 titik terdeteksi, terdiri atas 88 titik berkategori rendah, 201 sedang, dan 14 tinggi.
BACA JUGA:
Karhutla Kaltim Belum Reda, Menhut dan BNPB Tinjau Bukit Tengkorak - ibukotakini.com
Sehari sebelumnya, pemantauan sepanjang 13 September pukul 01.00 hingga 24.00 WITA mencatat total 1.591 titik panas di Kaltim.
Kutai Timur berada di posisi teratas dengan 421 titik. Rinciannya, 101 titik berkategori rendah, 299 sedang, dan 21 tinggi.
Paser menyusul dengan 371 titik, terdiri atas 55 rendah, 300 sedang, dan 16 tinggi. Berau mencatat 327 titik dengan 47 rendah, 247 sedang, dan 33 tinggi.
Kutai Kartanegara juga mencatat 302 titik, terdiri atas 62 rendah, 222 sedang, dan 18 tinggi.
Sementara itu, Kutai Barat memiliki 151 titik, Mahakam Ulu delapan titik, Penajam Paser Utara tiga titik, Balikpapan empat titik, Samarinda dua titik, dan Bontang dua titik.
Balikpapan Turun Jadi Satu Titik
Penurunan juga terlihat di Kota Balikpapan. Pada pemantauan 13 September, terdeteksi empat hotspot. Sehari berikutnya, jumlah tersebut turun menjadi satu titik.
Samarinda justru mengalami kenaikan dari dua menjadi tujuh titik. Bontang juga naik dari dua menjadi lima titik.
Di wilayah kabupaten, penurunan cukup besar terlihat di Kutai Timur, dari 421 menjadi 254 titik. Kutai Barat turun dari 151 menjadi 55 titik, sedangkan Kutai Kartanegara berkurang dari 302 menjadi 212 titik.
Berau turun dari 327 menjadi 261 titik. Paser juga mengalami penurunan dari 371 menjadi 303 titik.
Mahakam Ulu menjadi satu-satunya daerah yang jumlah hotspotnya tetap, yakni delapan titik pada kedua periode pemantauan.
Pada pemantauan 14 September hingga pukul 17.00 WITA, Penajam Paser Utara tidak tercatat memiliki hotspot dalam rekap tersebut.
Data ini menunjukkan jumlah hotspot Kaltim mulai bergerak turun, tetapi konsentrasi titik panas masih berada di sejumlah wilayah seperti Paser, Berau, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara. Kondisi tersebut tetap perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ***
