
'Hujan Abu' Gegerkan Warga Balikpapan, Pertamina Beri Penjelasan
- Sebaran Partikel Debu Terlihat Jelas Menempel di Kendaraan
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM – Fenomena ‘hujan abu’ berupa sebaran partikel debu halus yang menempel di kendaraan, atap rumah, hingga halaman permukiman menggegerkan warga di sejumlah wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Tengah, Selasa (23/6/2026).
Keluhan masyarakat ramai beredar melalui grup WhatsApp dan media sosial. Dalam pesan yang viral, debu berwarna krem hingga putih tulang itu diduga berkaitan dengan aktivitas Cut In Feed unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) di Kilang Pertamina Balikpapan.
Warga bahkan diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker saat bepergian, serta tidak membersihkan kendaraan dengan lap kering karena dikhawatirkan dapat menggores permukaan cat.
Menanggapi informasi yang beredar, PT Kilang Pertamina Balikpapan menyatakan telah menerima laporan masyarakat terkait sebaran partikel debu di sejumlah kawasan permukiman dan saat ini sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, mengatakan perusahaan saat ini memang sedang menjalankan tahapan pengoperasian awal proses pengaliran bahan baku pada unit kilang baru yang merupakan bagian dari Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
"Sehubungan dengan adanya laporan masyarakat terkait informasi mengenai sebaran partikel debu di area permukiman di sejumlah wilayah Balikpapan Tengah dan Utara, kami telah menerima laporan tersebut dan saat ini sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Asep dalam keterangan resminya.
Menurut dia, perusahaan terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan, masyarakat setempat, dan instansi terkait sambil melakukan pemantauan berkelanjutan guna memastikan keselamatan operasional kilang.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, material yang dilaporkan warga tidak menunjukkan risiko kesehatan yang signifikan.
"Berdasarkan hasil identifikasi awal terhadap indikasi debu yang dilaporkan, dapat kami sampaikan bahwa karakteristik material tersebut masih berada dalam batas yang tergolong aman bagi kesehatan dan tidak menunjukkan tingkat risiko yang signifikan," ujarnya.
Meski demikian, Pertamina tetap melakukan kajian dan pemantauan lanjutan untuk memastikan kondisi di lapangan. Hasil evaluasi terbaru akan disampaikan secara berkala kepada instansi terkait.
Asep menambahkan, masyarakat yang memiliki pertanyaan maupun keluhan dapat menyampaikannya melalui kelurahan setempat yang telah ditetapkan sebagai jalur koordinasi resmi.
"Kami mengharapkan dukungan dan pengertian masyarakat agar penyelesaian Proyek RDMP Balikpapan sebagai Proyek Strategis Nasional dapat berjalan dengan aman, lancar, dan memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional," katanya.***
