HUT IDI Ke-76: Ratusan Dokter Spesialis Hadirkan Layanan Gratis Warga
Balikpapan

HUT IDI Ke-76: Ratusan Dokter Spesialis Hadirkan Layanan Gratis Warga

  • 209 dokter spesialis di Balikpapan gelar pengobatan gratis untuk 1.200 warga
Balikpapan
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM - Sebanyak 209 dokter spesialis di Kota Balikpapan turun gunung memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. 

Aksi sosial yang digagas oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Balikpapan ini menyasar sekitar 1.200 warga demi memperluas akses konsultasi medis dan pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Ketua IDI Cabang Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty, menjelaskan bahwa jumlah tersebut mencakup lebih dari separuh total dokter spesialis di Balikpapan yang mencapai 390 orang.

"Sebanyak 209 dokter spesialis terlibat langsung di lapangan. Sementara dokter spesialis lainnya tetap bersiaga di rumah sakit masing-masing agar pelayanan pasien reguler tidak terganggu," ungkap dr. Dio, sapaan akrabnya.

Bukan hanya bakti sosial biasa, kegiatan ini dikemas dengan konsep pelayanan publik terpadu. IDI Balikpapan menggandeng berbagai organisasi profesi medis seperti Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Pelayanan dokter spesialis THT menyambut HUT IDI Ke 76 di Dome Balikpapan

Tak hanya itu, warga yang hadir juga bisa mengurus berbagai dokumen penting di satu lokasi (one stop service). Fasilitas layanan publik yang dihadirkan meliputi:

  • Layanan administrasi kependudukan dan IKD dari Disdukcapil
  • Booth BPJS Kesehatan dan Samsat
  • Mobil Perpustakaan Keliling
  • Aksi Donor Darah

Bagi-Bagi Kupon Belanja Rp25 Ribu buat Borong Produk UMKM

Untuk menggerakkan roda ekonomi lokal, IDI Balikpapan turut melibatkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menariknya, panitia membagikan kupon belanja senilai Rp25.000 kepada para peserta. Kupon ini bisa langsung dipakai warga untuk berbelanja produk kuliner maupun kerajinan di booth UMKM yang tersedia. Langkah ini menjadi cara efektif menggabungkan aksi kesehatan gratis dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, dr. Andi Sri Juliarty menyampaikan bahwa program kerja sama IDI bersama Dinas Pendidikan bertajuk Uji Go to School terpaksa ditunda selama dua pekan. 

“Penundaan ini menyesuaikan dengan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sedang diterapkan di sekolah-sekolah. Program edukasi kesehatan anak ini dipastikan bakal berlanjut setelah masa PJJ usai,” ujarnya. ***