Peringatan hari jadi Kabupaten Kutai Timur ke 27.
Kutai Timur

HUT ke-27 Kutai Timur: Bupati Ardiansyah Tegaskan Komitmen Hilirisasi SDA

  • Industri Hilir Serap Tenaga Kerja Lokal
Kutai Timur
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk tidak lagi bergantung penuh pada penjualan bahan mentah Sumber Daya Alam (SDA).

Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mendorong percepatan hilirisasi dan pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa.

Hal tersebut disampaikan Ardiansyah saat memimpin Upacara Peringatan HUT ke-27 Kutim di Lapangan Kantor Bupati Kutim, Sangatta, Senin (12/10/2026).

Mengusung tema “Kutai Timur Berdaya, Tumbuh Bersama”, Ardiansyah menekankan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari kebermanfaatan yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA: 

36 Tahun Menanti, 4 Desa di Kutim Kini Nikmati Listrik 24 Jam - ibukotakini.com

“Kutai Timur tidak boleh berhenti sebagai daerah penghasil sumber daya alam. Kekayaan tersebut harus diolah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan usaha masyarakat hingga ke desa,” tegas Ardiansyah.

Upacara peringatan hari jadi Kutim dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin, hingga mantan Gubernur Kaltim yang juga mantan Bupati Kutim Isran Noor.

Hilirisasi Industri dan Penguatan Tenaga Kerja Lokal

Dalam pidatonya, Ardiansyah memaparkan sejumlah strategi kunci untuk memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan. Pemerintah daerah berfokus pada pengembangan industri pengolahan produk hasil bumi melalui hilirisasi agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. 

Di samping itu, penguatan ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus didorong sebagai tulang punggung ekonomi lokal, disertai percepatan pelatihan dan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di era industri.

BACA JUGA:

Investor Makassar Mau Tanam Rp30 Triliun di KEK MBTK - ibukotakini.com

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tercermin secara nyata dari kemudahan akses masyarakat terhadap pelayanan dasar, seperti pendidikan yang layak, fasilitas kesehatan yang memadai, ketersediaan lapangan kerja, serta infrastruktur yang terhubung dengan baik hingga ke kawasan terpencil.

Wilayah Pelosok Nikmati Listrik 24 Jam

Ardiansyah menggarisbawahi pentingnya menghadirkan dampak nyata dari setiap kebijakan dan realisasi anggaran pemerintah. Komitmen pemerataan pembangunan di Kutim mulai membuahkan hasil nyata, salah satunya melalui pemenuhan kebutuhan energi di kawasan pelosok.

Setelah menanti puluhan tahun, sebanyak enam desa di Kecamatan Sangkulirang resmi menikmati aliran listrik 24 jam penuh sejak Agustus 2026. Langkah ini kemudian disusul oleh empat desa di Kecamatan Batu Ampar yang turut merasakan akses listrik penuh sejak 5 Oktober 2026.

Hadirnya akses energi secara nonstop ini diharapkan membuka peluang bisnis baru, mendukung sarana belajar anak sekolah, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan secara signifikan.

BACA JUGA:

Tembus Rp14 Miliar per Tahun, Kutim Minta Dana PPM Tambang Dikelola Transparan - ibukotakini.com

“Pertumbuhan harus dirasakan bersama, tanpa ada wilayah, kelompok masyarakat, maupun generasi yang tertinggal. Kemajuan Kutai Timur bukan tentang seberapa jauh sebagian dapat melangkah, melainkan seberapa banyak masyarakat dapat tumbuh dan maju bersama,” tambahnya.

Menuju Kutai Timur Tangguh dan Mandiri

Memasuki usia ke-27 tahun, Pemkab Kutim terus memperkuat visi daerah menjadi wilayah yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing.

Menutup amanatnya, Bupati Ardiansyah mengajak seluruh elemen masyarakat, pemangku kepentingan, dan pihak swasta untuk memperkuat kolaborasi serta menjaga persatuan demi menghadapi tantangan pembangunan Kutai Timur di masa depan.***