
IATA Tegaskan Bukan Lagi Bagian dari MNC Group
- Berganti Nama pada Juni 2026
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA), yang sebelumnya bernama PT MNC Energy Investments Tbk, menegaskan tidak lagi menjadi bagian dari MNC Group maupun dimiliki Hary Tanoesoedibjo.
Perseroan menyatakan PT Karya Pacific Investama kini menjadi pemegang saham utamanya.
Corporate Secretary IATA, Andi Tenri Dala Fajar meluruskan pemberitaan yang masih menyebut IATA sebagai emiten yang terafiliasi dengan Hary Tanoesoedibjo atau dikenal sebagai “emiten Hary Tanoe”.
“PT Karya Pacific Energy Tbk bukan lagi emiten yang dimiliki Bapak Hary Tanoesoedibjo atau bagian dari MNC Group. Perseroan sebelumnya bernama PT MNC Energy Investments Tbk yang berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 22 Juni 2026, Perseroan telah resmi mengubah nama menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk,” kata Andi Tenri Dala Fajar dalam keterbukaan informasi, Kamis (8/10/2026).
BACA JUGA:
Jababeka Kuasai 500 Hektare Lahan Industri di Kendal - ibukotakini.com
Perubahan nama tersebut menjadi bagian dari identitas baru perseroan. Manajemen menegaskan, struktur kepemilikan IATA saat ini tidak lagi berada di bawah Hary Tanoesoedibjo maupun MNC Group.
“PT Karya Pacific Investama saat ini merupakan pemegang saham dengan kepemilikan utama di Perseroan,” imbuh Andi Tenri.
IATA Resmi Berganti Nama pada Juni 2026
Andi Tenri menjelaskan, perubahan identitas IATA berkaitan dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026.
Dalam keputusan tersebut, perseroan yang sebelumnya bernama PT MNC Energy Investments Tbk resmi berganti nama menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk.
Seiring perubahan nama itu, PT Karya Pacific Investama tercatat sebagai pemegang saham utama perseroan. Manajemen menegaskan bahwa kepemilikan IATA saat ini tidak lagi berada pada Hary Tanoesoedibjo maupun MNC Group.
BACA JUGA:
Merdeka Gold Resources Jaminkan Saham Anak Usaha untuk Danai Tambang Emas Pani - ibukotakini.com
Perseroan juga menyampaikan apresiasi terhadap pemberitaan media. Namun, perusahaan menekankan pentingnya pembaruan informasi mengenai identitas dan kepemilikan saham agar sesuai dengan kondisi terkini.
Karya Pacific Investama Kuasai 60,35 Persen Saham IATA
Berdasarkan data struktur pemegang saham yang tercatat di bursa, PT Karya Pacific Investama memiliki 18.874.964.300 saham IATA atau setara 60,35 persen.
Sementara itu, kepemilikan saham lainnya terdiri atas:
- Masyarakat nonwarkat: 12.335.480.043 saham atau 39,43 persen.
- Masyarakat warkat: 1.479.638 saham atau 0,01 persen.
- Kahar Chua: 52 juta saham atau 0,17 persen.
- Leader Dermawan Soli Daeli: 4.526.200 saham atau 0,02 persen.
- Christian: 6.187.100 saham atau 0,02 persen.
Fokus Bisnis IATA di Pertambangan Batu Bara
PT Karya Pacific Energy Tbk bergerak di sektor energi, khususnya pertambangan batu bara. Kegiatan operasional pertambangannya berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Perseroan menguasai sejumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP), dengan tiga di antaranya telah memasuki tahap produksi.
IATA menyatakan berkomitmen meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan energi di pasar domestik maupun internasional, termasuk India, Tiongkok, negara-negara ASEAN, dan kawasan lainnya.
Untuk mendukung kegiatan pertambangan, perseroan mengoperasikan infrastruktur terintegrasi melalui anak usahanya, PT Karya Bumi Infratama.
BACA JUGA:
IHSG Rebound 0,46% Sehari Usai Reshuffle Prabowo - ibukotakini.com
Infrastruktur tersebut mencakup jalan angkut, jembatan timbang, tempat penimbunan batu bara atau stockpile, fasilitas penghancur batu bara (crusher), serta pelabuhan batu bara.
Keberadaan infrastruktur itu mendukung kelancaran rantai operasional pertambangan, mulai dari pengangkutan hingga penanganan batu bara sebelum dipasarkan.
Melalui pengembangan usaha dan investasi, IATA juga menyatakan berkomitmen menjalankan kegiatan operasional secara bertanggung jawab dan berkelanjutan serta berkontribusi terhadap perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja. ***
