
IHSG Anjlok 8,69% dalam Sepekan, Investor Asing Catat Net Sell Rp61,36 Triliun
- Frekeuensi Transaksi Harian Lebih Tinggi dari Pekan Sebelumnya
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2-5 Juni 2026 ditutup dengan pergerakan yang bervariasi.
Meski aktivitas transaksi investor meningkat signifikan, tekanan jual masih membayangi pasar sehingga mendorong penurunan tajam pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar.
Data BEI menunjukkan rata-rata frekuensi transaksi harian mencatat kenaikan tertinggi selama sepekan, yakni sebesar 14,11 persen menjadi 2,41 juta kali transaksi, dibandingkan 2,11 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Selain itu, rata-rata volume transaksi harian juga mengalami peningkatan 8,66 persen menjadi 33,63 miliar lembar saham, dari sebelumnya 30,95 miliar lembar saham.
BACA JUGA:
Kredit Perbankan Tumbuh 9,98 Persen, OJK: Investasi Pendorong Utama - ibukotakini.com
Surya Biru Murni Acetylene Tetap Ekspansi di Tengah Tekanan Harga Minyak - ibukotakini.com
Namun, peningkatan aktivitas perdagangan tersebut belum mampu mengangkat kinerja pasar secara keseluruhan. Kapitalisasi pasar BEI justru terkoreksi 8,59 persen menjadi Rp9.807 triliun, turun dari Rp10.729 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian turut mengalami penurunan 5,71 persen menjadi Rp26,97 triliun, dibandingkan Rp28,38 triliun pada pekan sebelumnya.
Penurunan paling mencolok terjadi pada pergerakan IHSG. Dalam sepekan, indeks acuan pasar saham Indonesia tersebut melemah 8,69 persen dan ditutup di level 5.594,765, dari posisi 6.127,381 pada akhir pekan sebelumnya.
Investor Asing Masih Gencar Lepas Saham
Tekanan terhadap pasar juga tercermin dari aksi jual investor asing yang masih berlangsung. Pada perdagangan Jumat (5/6/2026), investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp3,73 triliun.
BACA JUGA:
Surya Biru Murni Acetylene Bagikan Dividen Rp3,71 Miliar - ibukotakini.com
Perusahaan Pelayaran di Samarinda Jajaki IPO, Investor Tembus 400 Ribu - ibukotakini.com
Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan 2026, nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp61,36 triliun, menunjukkan masih tingginya arus keluar modal asing dari pasar saham domestik.
Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, KAUTSAR PRIMADI NURAHMAD, mengatakan bahwa perdagangan saham selama periode 2-5 Juni 2026 menunjukkan dinamika yang beragam di tengah meningkatnya aktivitas transaksi investor.
"Rata-rata frekuensi transaksi harian dan volume transaksi harian mengalami peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya. Namun demikian, pergerakan IHSG, kapitalisasi pasar, serta rata-rata nilai transaksi harian mengalami perubahan selama periode perdagangan pekan ini," ujar Kautsar Primadi Nurahmad.
Sentimen Pasar Jadi Sorotan Investor
Koreksi IHSG yang mencapai hampir 9 persen dalam sepekan menjadi perhatian pelaku pasar. Penurunan kapitalisasi pasar hingga lebih dari Rp900 triliun dan berlanjutnya aksi jual investor asing mengindikasikan sentimen pasar yang masih cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko.
Meski demikian, meningkatnya frekuensi dan volume transaksi menunjukkan aktivitas perdagangan tetap tinggi, menandakan investor masih aktif melakukan akumulasi maupun reposisi portofolio di tengah volatilitas pasar.
Pergerakan IHSG, arus dana asing, serta sentimen global dan domestik diperkirakan akan menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasar saham Indonesia pada perdagangan pekan depan.***
