
IHSG Cetak Kenaikan Mingguan Terbesar
- Musim Laporan Keuangan Jadi Fokus Investor
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam beberapa bulan terakhir setelah menguat 4,24 persen dan ditutup di level 6.175,54 pada akhir perdagangan pekan lalu.
Penguatan tersebut didorong oleh membaiknya sentimen global serta kuatnya fundamental ekonomi Indonesia.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, mengatakan perlambatan inflasi Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan serta keputusan S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan Stable Outlook menjadi katalis utama kenaikan pasar saham domestik.
Optimisme investor juga diperkuat oleh realisasi investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) pada kuartal II 2026 yang mencapai Rp257,7 triliun atau tumbuh 27,4 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), sekaligus menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah.
"Di tengah perlambatan ekonomi global dan masih berlangsungnya ketidakpastian geopolitik, capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu destinasi investasi yang menarik bagi investor asing," ujar Imam, Senin 20 Juli 2026.
Meski demikian, volume transaksi selama pekan lalu masih relatif terbatas.
Menurut Imam, berakhirnya turnamen Piala Dunia FIFA diperkirakan akan mendorong likuiditas pasar kembali meningkat sehingga dapat menjadi katalis lanjutan apabila penguatan IHSG terus berlanjut.
Musim Laporan Keuangan Jadi Fokus Investor
Memasuki perdagangan pekan 20–24 Juli 2026, IPOT menilai katalis makroekonomi relatif terbatas sehingga perhatian investor diperkirakan beralih ke musim rilis laporan keuangan emiten kuartalan.
Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati keputusan suku bunga Bank Indonesia, pertumbuhan kredit perbankan, dan data jumlah uang beredar (M2).
Dari eksternal, perhatian tertuju pada sejumlah data ekonomi Amerika Serikat dan China, termasuk S&P Global Flash PMI, Initial Jobless Claims, hingga Loan Prime Rate China.
IHSG Berpeluang Lanjut Naik Jika Tembus 6.190
Secara teknikal, IPOT menilai IHSG telah menembus rata-rata pergerakan lima hari (MA5) yang kini menjadi support dinamis di level 6.085.
Momentum penguatan juga mulai membaik, ditandai kenaikan indikator ADX dan dominasi indikator DI+ atas DI-.
Namun, indeks kini menghadapi tantangan penting di level 6.190, yang merupakan area resistance MA50.
Apabila IHSG mampu menembus sekaligus bertahan di atas level tersebut dengan dukungan peningkatan volume transaksi, peluang terbentuknya tren bullish baru akan semakin besar dengan target penguatan menuju area 6.381.
Sebaliknya, apabila gagal melewati level tersebut, aksi ambil untung (profit taking) berpotensi terjadi dengan support terdekat berada di level 6.085 dan support berikutnya di area 5.987.
Rekomendasi Saham dan Obligasi Pekan Ini
Seiring prospek penguatan pasar, IPOT merekomendasikan beberapa instrumen investasi untuk dicermati investor, yakni:
- ICBP dengan target harga Rp7.300.
- EMTK dengan target harga Rp585.
- BSDE dengan target harga Rp625.
- Obligasi pemerintah FR0091 yang dinilai menarik di tengah meredanya tekanan inflasi global dan tetap kuatnya fundamental ekonomi Indonesia.***
