BEI Perketat Aturan Indeks LQ45, IDX30, dan IDX80. (Foto: Ilustrasi)
Ekbis

IHSG Ditutup Menguat 74 Poin ke 6.599,943, Bursa Asia Justru Melemah

  • Sembilan Sektor Saham Menguat
Ekbis
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan pada perdagangan Selasa, 1 September 2026. IHSG naik 74,465 poin atau 1,14 persen ke level 6.599,943, sekaligus mendekati level psikologis 6.600.

Berdasarkan data IDX Daily Statistics, IHSG sebelumnya berada di level 6.525,478. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 6.535,797 hingga 6.608,183.

IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.608,183 pada sekitar pukul 15.49 WIB sebelum mengakhiri perdagangan di level 6.599,943.

Penguatan tersebut terjadi di tengah pergerakan sejumlah bursa saham Asia yang justru berada di zona merah. Pada penutupan perdagangan, Nikkei Jepang turun 0,15 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 0,93 persen, sedangkan Shanghai Composite terkoreksi 0,16 persen.

Transaksi Saham Tembus Rp20 Triliun

Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung cukup ramai.

Data IDX mencatat volume perdagangan mencapai 57,897 miliar saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp20,7 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,627 juta kali.

Dari sisi pergerakan saham, mayoritas saham menguat. Sebanyak 407 saham naik, sementara 215 saham turun dan 169 saham stagnan. 

Data penutupan dari sumber pasar juga mencatat nilai transaksi sekitar Rp19,8 triliun hingga Rp20,4 triliun, tergantung basis pencatatan dan waktu pembaruan data.

Kinerja positif juga terlihat pada indeks LQ45. Indeks yang berisi saham-saham unggulan tersebut naik 10,586 poin atau 1,64 persen ke level 654,411.

Sembilan Sektor Saham Menguat

Penguatan IHSG turut ditopang mayoritas sektor saham. Data perdagangan menunjukkan 9 dari 11 sektor berada di zona hijau.

Sektor industri menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 3,71 persen. Berikutnya sektor teknologi menguat 2,90 persen, sedangkan sektor energi naik 2,39 persen.

Sebaliknya, dua sektor tercatat melemah. Sektor barang baku turun 0,56 persen, sementara sektor infrastruktur terkoreksi 0,12 persen.

Dari jajaran saham dengan kenaikan terbesar, SQMI melonjak 34,92 persen, disusul KKES sebesar 34,33 persen dan AIMS yang naik 25 persen. Sementara itu, RGAS menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni 13,94 persen.

Sentimen Domestik Menopang IHSG

Penguatan IHSG turut dipengaruhi sentimen domestik. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai stabilitas data ekonomi nasional menjadi salah satu faktor yang menopang pasar saham.

Inflasi Indonesia pada Agustus 2026 tercatat 0,21 persen secara bulanan dan 3,19 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran Bank Indonesia. Selain itu, neraca perdagangan Juli 2026 mencatat surplus sekitar US$120 juta setelah sebelumnya mengalami defisit pada Juni.

Pasar juga mendapatkan kepastian mengenai kepemimpinan Bank Indonesia setelah DPR RI mengesahkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI periode 2026–2031. Kepastian tersebut dinilai menjadi sentimen positif bagi kepercayaan investor terhadap arah kebijakan moneter nasional.

Namun, investor masih menghadapi sejumlah risiko. Aktivitas manufaktur Indonesia pada Agustus 2026 kembali masuk zona kontraksi, dengan PMI Manufaktur Global S&P Indonesia turun menjadi 49,8 dari 50,2 pada Juli.

Di pasar global, ketegangan geopolitik AS-Iran juga menjadi perhatian karena berpotensi mendorong harga minyak, inflasi, serta memengaruhi arah kebijakan suku bunga global.

Kapitalisasi Pasar BEI

Sejalan dengan penguatan IHSG, kapitalisasi pasar BEI dalam data IDX Daily Statistics tercatat sekitar Rp11.532 triliun, atau setara sekitar US$651 miliar.

Sementara kapitalisasi pasar IHSG tercatat sekitar Rp2.871 triliun atau sekitar US$162 miliar berdasarkan data free-float adjusted.

Dengan penguatan 1,14 persen tersebut, IHSG kini hanya berjarak sekitar 0,06 poin dari level 6.600 secara pembulatan. Pergerakan selanjutnya akan menjadi perhatian investor, terutama apakah indeks mampu mempertahankan momentum penguatan dan menembus level psikologis tersebut.***

Data kunci IHSG 1 September 2026

  • IHSG 6.599,943
  • Perubahan +74,465 poin (+1,14%)
  • Sebelumnya 6.525,478
  • Tertinggi 6.608,183
  • Terendah 6.535,797
  • Volume 57,897 miliar saham
  • Nilai transaksi Rp20,7 triliun
  • Frekuensi 2,627 juta transaksi
  • Kapitalisasi BEI Rp11.532 triliun
  • Kapitalisasi IHSG Rp2.871 triliun