
IHSG Hari Ini Anjlok 3,49% ke 5.098, Asing Jual Saham Rp1,07 Triliun
- Mayoritas Saham Kompak Melemah
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/10/2026). IHSG ditutup di level 5.098,057, merosot 184,255 poin atau 3,49 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 5.282,312.
Tekanan jual juga datang dari investor asing. Berdasarkan statistik harian BEI, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,076 triliun pada perdagangan hari ini. Nilai pembelian asing tercatat Rp5,94 triliun, sedangkan nilai penjualan mencapai Rp7,02 triliun.
Aksi jual tersebut memperpanjang tekanan terhadap pasar saham domestik. Secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing membukukan net sell sebesar Rp97,78 triliun.
Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.320,895 sebelum turun ke level terendah sekaligus penutupan di 5.098,057. Pergerakan ini memperlihatkan tekanan yang kuat hingga akhir sesi perdagangan.
BACA JUGA:
IHSG Anjlok 2,64% ke 5.142 pada Sesi I, ALKA Melonjak 24% - ibukotakini.com
Nilai Transaksi Saham Capai Rp11,28 Triliun
Aktivitas perdagangan saham pada Kamis mencatatkan volume 22,641 miliar saham dengan nilai transaksi Rp11,286 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 1,314 juta kali.
Kapitalisasi pasar BEI turun menjadi Rp8.967 triliun. Sementara itu, kapitalisasi pasar saham dalam indeks LQ45 tercatat Rp2.209 triliun.
Tekanan pasar juga terlihat dari indikator rata-rata perdagangan sepanjang tahun berjalan. Rata-rata volume transaksi tercatat 39,532 miliar saham, sedangkan rata-rata nilai transaksi mencapai Rp20,387 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi berada di angka 2,359 juta kali.
Mayoritas Saham Tertekan
Data pergerakan harga saham BEI menunjukkan tekanan jual meluas ke banyak saham. Kelompok saham yang turun lebih dari 2 persen menjadi bagian terbesar dalam klasifikasi pergerakan harga berdasarkan jumlah saham.
BACA JUGA:
Siapkan Rp2 Triliun, Chandra Asri (TPIA) Resmi Buyback Mulai Hari Ini - ibukotakini.com
Kondisi tersebut memperlihatkan pelemahan tidak hanya tercermin pada IHSG, tetapi juga meluas pada sejumlah saham yang diperdagangkan di bursa.
Investor kini perlu mencermati perkembangan arus dana asing dan arah pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya. Namun, data satu hari belum cukup untuk memastikan apakah tekanan jual akan berlanjut atau pasar mulai mengalami pemulihan.***
