
IHSG Hari Ini Ditutup Melemah 5,5 Poin ke 6.334
- IDXTRANS Anjlok 1,73 Persen Jadi Penekan Utama
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (22/7/2026) di zona merah setelah ditutup melemah 5,544 poin atau 0,09 persen ke level 6.334,476.
Pelemahan tipis tersebut terjadi di tengah aktivitas transaksi yang tetap tinggi dengan nilai perdagangan mencapai Rp18,52 triliun.
Berdasarkan data statistik harian Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat bergerak volatil sepanjang sesi perdagangan.
Indeks dibuka mengacu pada penutupan sebelumnya di level 6.340,020, kemudian menyentuh level tertinggi 6.394,686 sebelum berbalik melemah hingga level terendah 6.284,882.
Transaksi Saham Tembus Rp18,52 Triliun
Meski IHSG ditutup negatif, aktivitas investor di pasar saham masih terbilang aktif.
Data perdagangan menunjukkan:
- Volume transaksi: 44,632 miliar saham
- Nilai transaksi: Rp18,520 triliun
- Frekuensi transaksi: 2,701 juta kali
Angka tersebut mencerminkan likuiditas pasar yang tetap terjaga meskipun indeks bergerak terbatas di zona negatif.
Kapitalisasi Pasar BEI Turun Jadi Rp11.068 Triliun
Sejalan dengan pelemahan IHSG, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga mengalami penurunan.
Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.068 triliun, atau setara US$618 miliar berdasarkan kurs USD/IDR 17.309.
Sementara itu, kapitalisasi pasar berbasis IHSG berada di level Rp2.756 triliun atau sekitar US$154 miliar.
IHSG Bergerak Volatil Sepanjang Perdagangan
Grafik intraday menunjukkan IHSG sempat menguat tajam pada pertengahan sesi hingga mendekati level 6.395, sebelum tekanan jual membuat indeks berbalik turun. Menjelang penutupan perdagangan, IHSG sempat memangkas pelemahan sehingga akhirnya hanya terkoreksi 0,09 persen.
Pergerakan tersebut mengindikasikan masih kuatnya aksi tarik-menarik antara investor yang melakukan akumulasi pada saham-saham tertentu dengan pelaku pasar yang memilih merealisasikan keuntungan (profit taking).
IDXTRANS Anjlok 1,73 Persen, Jadi Sektor Terburuk
Tekanan terbesar terhadap IHSG berasal dari indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) yang merosot 1,73 persen, menjadikannya sektor dengan kinerja terburuk pada perdagangan hari ini.
Sepanjang sesi perdagangan, hanya 10 saham di sektor transportasi yang berhasil menguat, sementara 17 saham melemah dan delapan saham ditutup tidak berubah.
Dua saham yang mencatat penurunan terdalam di sektor ini adalah:
- TAXI turun 7,7 persen
- WBSA melemah 6,1 persen
Pelemahan sektor transportasi menjadi salah satu faktor utama yang membatasi ruang penguatan IHSG.
Sektor Kesehatan Ikut Tertekan
Selain IDXTRANS, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) juga menjadi pemberat pasar setelah turun 1,09 persen.
Dari seluruh saham di sektor kesehatan, hanya sembilan saham yang menguat, sedangkan 21 saham melemah dan sembilan saham lainnya stagnan.
Tekanan terdalam terjadi pada:
- MMIX yang anjlok 14,4 persen hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB)
- PEVE yang terkoreksi 3 persen
Infrastruktur dan Bahan Baku Masih di Zona Merah
Tekanan jual juga masih membayangi sektor lainnya.
Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) melemah 0,46 persen, dipimpin koreksi:
- RONY turun 6,1 persen
- ARKO melemah 4,1 persen
Sementara itu, indeks sektor bahan baku (IDXBASIC) turun 0,26 persen, dengan pelemahan terdalam dialami:
- SULI yang merosot 14,2 persen
- PACK turun 7 persen
Sektor Teknologi Pimpin Penguatan
Di tengah tekanan pada empat sektor tersebut, mayoritas indeks sektoral lainnya masih berhasil ditutup di zona hijau.
Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 1,58 persen.
Kinerja sektor ini ditopang oleh lonjakan sejumlah saham teknologi, di antaranya:
- MLPT yang melesat 25 persen hingga menyentuh Auto Reject Atas (ARA)
- LUCK yang menguat 15,5 persen
Secara keseluruhan, tujuh dari sebelas indeks sektoral berhasil ditutup menguat, sehingga mampu menahan pelemahan IHSG agar tidak terkoreksi lebih dalam.***
