
IHSG Melonjak ke 7.675, Saham Energi Pimpin Penguatan
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Reli Sejak Akhir Pekan Lalu
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa (14/4/2026).
IHSG melonjak 175,7 poin atau 2,34 persen ke level 7.675, setelah sempat bergerak di rentang 7.592 hingga 7.686.
Kenaikan tajam ini mencerminkan sentimen positif pasar yang ditopang aksi beli investor domestik, meskipun investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell).
Aktivitas perdagangan terbilang ramai dengan total nilai transaksi mencapai Rp24,8 triliun, terdiri dari pasar reguler Rp23,8 triliun dan negosiasi Rp1,0 triliun.
BACA JUGA:
Transkon Jaya (TRJA) Ekspansi ke Bisnis Angkutan IKN - ibukotakini.com
Lonjakan nilai transaksi ini mengindikasikan meningkatnya minat investor di tengah penguatan indeks.
Saham Energi dan Infrastruktur Jadi Motor Penguatan
Penguatan IHSG ditopang oleh lonjakan sejumlah saham berkapitalisasi menengah hingga besar, khususnya sektor energi dan infrastruktur. Dalam indeks KOMPAS100, lima saham top gainers mencatat kenaikan signifikan:
RATU +15,98%
BULL +11,47%
BRPT +11,42%
PTRO +10,83%
DEWA +10,48%
Kenaikan saham-saham tersebut menunjukkan rotasi sektor ke saham berbasis komoditas dan energi yang masih menjadi primadona pasar.
BACA JUGA:
IHSG Ditutup Menguat ke 7.500, Asing Borong PTRO dan CUAN - ibukotakini.com
Tekanan pada Saham Telekomunikasi dan Energi Tertentu
Di sisi lain, beberapa saham unggulan mengalami koreksi, antara lain:
INDY -2,90%
TLKM -2,19%
ISAT -1,87%
FILM -1,67%
HEAL -1,64%
Koreksi pada saham telekomunikasi seperti TLKM dan ISAT mencerminkan aksi profit taking setelah penguatan sebelumnya.
Asing Masih Net Sell, Tapi Borong Saham Big Banks
Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp30,74 miliar di seluruh pasar. Meski demikian, aksi beli selektif masih terlihat pada saham perbankan besar:
Top net buy asing:
BBCA +Rp160,7 miliar
BBRI +Rp105,5 miliar
EMAS +Rp77,9 miliar
BBNI +Rp70,4 miliar
BMRI +Rp69,1 miliar
Sementara itu, tekanan jual asing terbesar terjadi pada:
Top net sell asing:
BRMS -Rp213,1 miliar
PTRO -Rp142,2 miliar
BRPT -Rp105,9 miliar
BUMI -Rp93,7 miliar
ANTM -Rp54,4 miliar
Prospek IHSG: Momentum Positif Berlanjut?
Dengan penguatan signifikan hari ini, IHSG menunjukkan momentum bullish jangka pendek.
Namun, pelaku pasar tetap mencermati arah aliran dana asing serta dinamika harga komoditas global sebagai katalis utama pergerakan selanjutnya. ***
Disclaimer On:
Investasi saham memiliki risiko. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Harap melakukan analisis mandiri sebelum melakukan transaksi.
