Ilustrasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Ekbis

IHSG Pekan Ini Diproyeksi Konsolidasi, IPOT Rekomendasikan EXCL, DSNG dan BBNI

  • Volume Transaksi dan Dana Asing Menguat
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan 24-28 Agustus 2026 diproyeksikan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan. Namun, investor perlu mewaspadai potensi konsolidasi atau koreksi sehat setelah indeks menguat dalam sepekan terakhir.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Brigita Kinari mengatakan, secara teknikal momentum bullish IHSG masih terjaga. Indeks berada di atas sejumlah indikator rata-rata pergerakan atau moving average (MA), mulai MA5 hingga MA100.

Dalam perdagangan sepanjang 18-21 Agustus 2026, IHSG tercatat menguat 1,93 persen dan ditutup di level 6.525,69. Secara mingguan, indeks juga bertahan di atas MA20 yang menunjukkan tren penguatan jangka pendek masih positif.

Meski demikian, Brigita menilai IHSG berpeluang mengalami konsolidasi terlebih dahulu sebelum kembali melanjutkan kenaikan.

BACA JUGA:

Proyeksi Harga Emas Pekan Ini, Analis Bidik Level USD4.700 per Troy Ons - ibukotakini.com

"Kami melihat IHSG berpeluang mengalami konsolidasi atau koreksi sehat terlebih dahulu dengan area 6.429-6.475 sebagai area support penting. Selama mampu bertahan di atas area tersebut, tren penguatan masih berpeluang berlanjut dengan target berikutnya di area 6.628-6.666, sekaligus menguji area gap," ujar Brigita dalam keterangan resmi, Senin (24/8/2026).

Dari sisi fundamental, pertumbuhan kredit nasional menjadi salah satu katalis positif bagi pasar saham domestik. Pertumbuhan kredit pada Juli 2026 tercatat mencapai 13 persen secara tahunan atau year on year (YoY).

Menurut Brigita, pertumbuhan kredit yang solid membantu menjaga optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi domestik. Namun, pergerakan nilai tukar rupiah, sentimen eksternal, serta potensi terbatasnya aktivitas perdagangan pada awal pekan tetap menjadi faktor yang perlu dicermati investor.

"Pertumbuhan kredit yang menguat menjadi 13,0 persen YoY pada Juli 2026 turut memberikan dukungan terhadap sentimen pasar domestik," katanya.

Volume Transaksi dan Dana Asing Menguat

Penguatan IHSG pada pekan lalu juga diikuti peningkatan aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

Rata-rata volume transaksi harian melonjak 47,90 persen menjadi 50,30 miliar saham. Sementara itu, frekuensi transaksi meningkat 5,52 persen menjadi 2,21 juta kali.

Nilai transaksi harian juga naik 2,36 persen menjadi Rp15,57 triliun.

Sentimen positif semakin diperkuat dengan berbaliknya arus dana investor asing. Sepanjang pekan lalu, investor asing mencatatkan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp548,6 miliar, setelah pada pekan sebelumnya membukukan penjualan bersih atau net sell Rp1,58 triliun.

BACA JUGA:

Pasar Saham Bergairah, IHSG Tembus 6.525 - ibukotakini.com

"Kombinasi penguatan teknikal, peningkatan likuiditas, dan berbaliknya arus dana asing menjadi katalis yang memperkuat momentum IHSG memasuki pekan berikutnya," ujar Brigita.

Hans Kwee: Kebijakan Pemerintah Jadi Katalis IHSG

Pengamat Pasar Modal sekaligus Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, menilai arah kebijakan pemerintah juga akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan pergerakan IHSG pekan ini.

Hans memperkirakan IHSG bergerak dengan level support di kisaran 6.500-6.373 dan resistance pada area 6.551-6.705.

"Likuiditas perekonomian yang tumbuh positif pada Juli 2026, didukung penyaluran kredit yang tinggi, menjadi faktor tambahan bagi penguatan indeks," ujar Hans, Senin (24/8/2026).

BACA JUGA:

BCA Bagikan Dividen Interim Rp25 per Saham, Catat Jadwal Pembayarannya - ibukotakini.com

Selain sentimen domestik, investor juga akan mencermati perkembangan pasar global. Kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat sebelumnya sempat menekan minat investor terhadap aset berisiko.

Namun, tekanan tersebut mereda setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan rencana pembelian kembali obligasi pemerintah AS atau Treasury.

"Pernyataan tersebut menenangkan pasar, meski peluang kenaikan suku bunga Fed tetap terbuka di akhir tahun," jelas Hans.

Ia menambahkan, ketegangan geopolitik dan kenaikan harga minyak mentah internasional juga menjadi faktor yang patut diperhatikan.

"Ancaman sanksi AS terhadap Iran meningkatkan kekhawatiran pasokan energi, tetapi pasar Indonesia relatif lebih positif dibandingkan regional karena dukungan kebijakan fiskal," katanya.

Rekomendasi Saham Pekan Ini: EXCL, DSNG dan BBNI

Di tengah peluang penguatan IHSG, IPOT merekomendasikan tiga saham yang dapat dicermati investor untuk strategi trading pada pekan 24-28 Agustus 2026.

1. EXCL – Buy

IPOT merekomendasikan buy EXCL dengan area entry di Rp2.840, target harga atau target price (TP) Rp3.150, serta batas risiko atau stop loss (SL) di Rp2.690.

Secara teknikal, saham EXCL menunjukkan potensi penguatan setelah terbentuk pola candlestick Doji. Sinyal tersebut didukung indikator ADX di atas level 20 yang mengonfirmasi kekuatan tren.

Dominasi indikator +DI terhadap -DI juga menunjukkan kekuatan pembeli masih lebih besar dibandingkan tekanan jual, sehingga EXCL berpeluang melanjutkan kenaikan.

2. DSNG – Buy

Saham DSNG direkomendasikan buy dengan area entry Rp1.440, target harga Rp1.610, dan stop loss Rp1.380.

Pergerakan DSNG dinilai memiliki struktur teknikal yang solid setelah harga berhasil bergerak di atas EMA5 hingga EMA50. Kondisi tersebut mengindikasikan tren penguatan masih cukup kuat.

Potensi kenaikan juga didukung trade flow yang menunjukkan adanya akumulasi oleh smart money.

3. BBNI – Buy on Pullback

Untuk saham BBNI, IPOT merekomendasikan strategi buy on pullback pada kisaran harga Rp3.640-Rp3.700.

Target harga BBNI dipatok di Rp4.000, dengan batas stop loss di Rp3.500.

Secara teknikal, BBNI disebut mengonfirmasi pola bullish continuation setelah berhasil breakout dari pola ascending triangle. Sinyal tersebut diperkuat oleh lonjakan volume transaksi serta terbentuknya golden cross pada indikator MACD.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi investor untuk memanfaatkan potensi koreksi harga sebagai area akumulasi sebelum melanjutkan tren penguatan.

Dengan dukungan pertumbuhan kredit, peningkatan likuiditas pasar, serta kembalinya dana asing, IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati area support penting dan perkembangan sentimen global sebelum mengambil keputusan transaksi.***

Disclaimer: 

Rekomendasi saham ini bersifat informasi dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Investor disarankan menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko dan strategi masing-masing.