Pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026.
Ekbis

IHSG Selasa 18 Agustus 2026 Dibuka Naik 0,94 Persen ke 6.461

  • Sektor Energi Jadi Penggerak Utama
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Hingga pukul 09.21 WIB, IHSG naik 0,94 persen atau 60 poin ke level 6.461.

IHSG dibuka di level 6.448, naik 47 poin dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di 6.401. Pada awal perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.490 sebelum bergerak di 6.461.

Penguatan IHSG ditopang mayoritas saham yang bergerak positif. Data perdagangan menunjukkan 474 saham menguat, 316 saham melemah, 331 saham stagnan, sedangkan 460 saham belum diperdagangkan.

Sektor energi menjadi penggerak utama dengan kenaikan 3,06 persen ke level 3.235. Selain energi, sejumlah sektor juga menguat, yakni bahan baku 0,95 persen, infrastruktur 0,91 persen, konsumer non-primer 0,80 persen, transportasi 0,75 persen, konsumer primer 0,75 persen, industri 0,72 persen, dan keuangan 0,21 persen.

Sementara itu, tiga sektor berada di zona merah. Sektor kesehatan turun 0,46 persen, properti terkoreksi 0,27 persen, dan teknologi melemah 0,08 persen.

Sentimen Domestik Angkat IHSG

 Analis Ekuitas PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan menilai IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan karena sentimen domestik relatif positif.

Menurut dia, pasar merespons positif target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada tahun depan serta target defisit fiskal 2,4 persen yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan.

“Target ini bagus dan direspons baik oleh pasar, sebab kalau PDB itu naik otomatis itu kabar yang baik,” kata David dalam sesi IPOT Live.

Pemerintah juga berencana menerbitkan bursa mineral dan komoditas yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kebijakan tersebut dinilai dapat memperkuat pengawasan terhadap perdagangan mineral dan komoditas strategis.

Wall Street Melemah, Harga Komoditas Menguat

Di tengah sentimen positif dari dalam negeri, pasar global masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street melemah pada perdagangan terakhir seiring berakhirnya gencatan senjata AS-Iran dan belum adanya perkembangan kesepakatan damai.

David menilai ketidakpastian global tersebut berpotensi menjaga harga sejumlah komoditas tetap tinggi.

Harga minyak mentah naik 2,5 persen menjadi 84,5 dollar AS per barel. Harga emas meningkat 0,90 persen ke 4.415 dollar AS per troy ounce, sedangkan batu bara naik tipis 0,04 persen menjadi 129,3 dollar AS per metrik ton.

Kinerja komoditas tersebut menjadi sentimen tambahan bagi saham-saham berbasis komoditas di Bursa Efek Indonesia.

Untuk perdagangan hari ini, David merekomendasikan tiga saham, yakni PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Avia Avian Tbk (AVIA).

TKIM direkomendasikan dengan strategi buy pada level entry 7.600, target 8.300, dan stop loss 7.275. AADI memiliki entry 9.425, target 10.000, dan stop loss 9.125. Sementara AVIA direkomendasikan pada entry 342, target 370, dan stop loss 330.***

 

Disclaimer:

Informasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham