IHSG pada Selasa 20 Oktober 2026 mengalami kenaikan tajam setelah bearish selama dua hari. (Foto: Ilustrasi)
Ekbis

IHSG Selasa 20 Oktober 2026 Melonjak 5,65% ke 5.278

  • Transaksi Saham BEI Tembus Rp26,47 Triliun
Ekbis
Bunga Citra

Bunga Citra

Author

IBUKOTAKINI.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 282,279 poin atau 5,65 persen ke level 5.278,888 pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/10/2026). Penguatan tajam ini terjadi di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp2,19 triliun.

Berdasarkan data IDX Daily Statistics per 20 Oktober 2026, IHSG ditutup pada level 5.278,888, naik dari posisi sebelumnya di 4.996,609. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak dari level terendah 4.980,163 hingga mencapai level tertinggi 5.278,888.

Kenaikan tersebut menandai pemulihan kuat pasar saham Indonesia setelah sebelumnya mengalami tekanan signifikan. Namun, data transaksi menunjukkan penguatan IHSG belum diikuti oleh arus dana asing yang positif.

Investor asing tercatat melakukan net sell atau jual bersih senilai Rp2.192,99 miliar, setara sekitar Rp2,19 triliun. Dalam denominasi dolar AS, nilai jual bersih tersebut mencapai US$121,79 juta.

BACA JUGA:

IHSG Hari Ini 20 Oktober 2026 Dibuka Rebound ke 5.112 - ibukotakini.com

Transaksi Saham BEI Tembus Rp26,47 Triliun

Aktivitas perdagangan saham di BEI terbilang ramai selama sesi perdagangan Selasa.

Data statistik BEI mencatat volume transaksi mencapai 54.847 juta saham atau sekitar 54,85 miliar saham. Sementara itu, nilai transaksi tercatat sebesar Rp26.475 miliar atau sekitar Rp26,47 triliun.

Frekuensi perdagangan mencapai 2,472 juta kali transaksi.

Dari sisi kapitalisasi pasar, nilai kapitalisasi pasar saham di BEI tercatat sebesar Rp9.287 triliun, setara sekitar US$516 miliar.

BACA JUGA:

Diancam MSCI, BEI Buka Data Terbaru: 74 Persen Emiten RI Cetak Laba - ibukotakini.com

Lonjakan IHSG sebesar 5,65 persen menunjukkan penguatan indeks yang signifikan. Sebanyak 610 saham atau 63 persen emiten mengalami kenaikan lebih dari 2 persen. 84 emiten atau 9 persen saham naik sampai 2 persen. 158 saham atau 16 persen stagnan, dan 111 saham mengalami penurunan  

Investor Asing Catat Net Sell Rp92,1 Triliun Sepanjang Tahun

Tekanan jual investor asing juga terlihat dalam akumulasi transaksi sejak awal tahun atau year to date (YTD).

Berdasarkan statistik BEI, investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp92.105,92 miliar atau sekitar Rp92,11 triliun sepanjang tahun berjalan. Dalam denominasi dolar AS, nilainya mencapai sekitar US$5,12 miliar.

Angka tersebut menunjukkan akumulasi net sell asing masih besar meskipun IHSG mengalami penguatan tajam pada perdagangan 20 Oktober 2026.

Arus modal asing menjadi salah satu indikator yang dicermati pelaku pasar untuk menilai minat investor global terhadap saham domestik. Namun, data net sell saja tidak cukup untuk menyimpulkan penyebab transaksi maupun arah IHSG pada perdagangan berikutnya.

Investor juga perlu memperhatikan kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga, nilai tukar rupiah, serta perkembangan regulasi pasar modal Indonesia.

Rata-Rata Transaksi Harian Saham Capai Rp20,55 Triliun

Statistik BEI turut mencatat rata-rata aktivitas perdagangan harian sepanjang tahun berjalan.

Rata-rata volume transaksi mencapai 39.735 juta saham atau sekitar 39,74 miliar saham. Adapun rata-rata nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp20.559 miliar atau sekitar Rp20,56 triliun.

Sementara itu, rata-rata frekuensi perdagangan mencapai 2,381 juta kali transaksi per hari.

Nilai transaksi pada 20 Oktober 2026 yang mencapai Rp26,47 triliun berada di atas rata-rata nilai transaksi harian tersebut. Hal ini menunjukkan aktivitas perdagangan pada hari itu relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata harian sepanjang tahun berjalan.***