BEI Perketat Aturan Indeks LQ45, IDX30, dan IDX80. (Foto: Ilustrasi)
Ekbis

‎IHSG Sentuh Level Terendah 2026, IPOT Bocorkan Saham Pilihan Pekan Ini

  • Investor Asing Masih Net Sell
Ekbis
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pekan kelam sepanjang 18–22 Mei 2026. 

Indeks bursa Indonesia itu terkoreksi tajam 8,35 persen ke level 6.162,045 dan bahkan sempat menyentuh posisi terendah tahun ini di level 5.966.
‎
‎Tekanan hebat di pasar saham dipicu kombinasi sentimen global dan domestik yang membuat investor memilih mengurangi risiko (risk-off).

Kondisi ini ikut memicu aksi jual asing dan menggerus kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI).

BACA JUGA:

IHSG Belum Pulih, Investor Pemula Diminta Waspadai “Serok Bawah” - ibukotakini.com

LQ45 Ditutup Melemah ke Level 6.510, Saham ANTM hingga INCO Rontok - ibukotakini.com

‎Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Brigita Kinari mengatakan, sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat atau The Fed menjadi salah satu pemicu utama pelemahan IHSG.
‎
‎“Pasar khawatir suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama (higher for longer), sehingga dolar AS menguat dan menekan nilai tukar rupiah,” ujarnya.
‎
‎Di dalam negeri, keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin juga memunculkan kekhawatiran perlambatan likuiditas ekonomi.
‎
‎Selain itu, pasar sempat dibayangi rencana implementasi kebijakan ekspor satu pintu komoditas strategis seperti batu bara. Namun, rumor penundaan kebijakan hingga 1 Januari 2027 berhasil memicu rebound signifikan pada akhir pekan.

BACA JUGA:

IHSG Merosot Tajam usai MSCI Coret BREN dan AMMN, Ini Dampaknya - ibukotakini.com

RUPS Telkom 2026 Digelar 8 Juni, Rencana Buyback dan Perombakan Direksi - ibukotakini.com


‎‎Sektor basic materials melonjak 6,85 persen, sementara sektor energi menguat 4,84 persen dan menjadi penopang utama pemulihan IHSG pada perdagangan Jumat.

‎Investor Asing Masih Net Sell

‎Di tengah sikap wait and see pasar terhadap hasil review FTSE Russell, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp309,52 miliar pada akhir pekan.
‎
‎Akibat tekanan tersebut, kapitalisasi pasar BEI turun 10,06 persen menjadi Rp10.635 triliun dibanding pekan sebelumnya.
‎
‎Meski IHSG tertekan, aktivitas perdagangan justru meningkat. Rata-rata nilai transaksi harian naik 15,68 persen menjadi Rp21,77 triliun.

BACA JUGA:

MSCI Depak 18 Saham RI, IHSG Anjlok 1,81 Persen - ibukotakini.com

Usai Rebalancing MSCI, BEI Sebut Ketidakpastian Pasar Saham Berkurang - ibukotakini.com

‎Peningkatan transaksi ini mencerminkan tingginya aktivitas distribusi dan reposisi portofolio investor di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.

‎Wall Street Masih Volatil, Pasar Tunggu Kepastian AS-Iran

‎Menurut Brigita, pergerakan bursa global pada 25–29 Mei 2026 diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan mixed.
‎
‎Pasar sebelumnya dibayangi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang dikhawatirkan mengganggu distribusi minyak dunia melalui Selat Hormuz.
‎
‎Kondisi tersebut sempat memicu kenaikan yield US Treasury dan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi The Fed.
‎
‎Namun, sentimen pasar mulai membaik setelah muncul laporan draft perjanjian damai AS-Iran melalui mediasi Pakistan yang diperkuat pernyataan optimistis dari Donald Trump.

BACA JUGA:

Rekomendasi IPOT Ditengah Tekanan MSCI dan Kenaikan Royalti Tambang - ibukotakini.com

Jumlah Investor DOID Susut 1.048 SID - ibukotakini.com

“Sentimen positif itu membuat harga minyak dan yield US Treasury tenor panjang turun sehingga memicu rebound Wall Street,” jelas Brigita.
‎
‎Meski demikian, pasar global tetap berhati-hati karena risalah Federal Reserve menunjukkan peluang kenaikan suku bunga masih terbuka jika inflasi kembali meningkat.

‎IHSG Diprediksi Volatil, Ini Level Penting yang Wajib Dicermati

‎Untuk perdagangan 25–29 Mei 2026 yang hanya berlangsung tiga hari karena libur dan cuti bersama Hari Raya Iduladha, IHSG diperkirakan masih bergerak volatil.
‎
‎Secara teknikal, IHSG masih berada jauh di bawah SMA-50 di area 7.166 yang menandakan tren pelemahan jangka menengah masih dominan.
‎
‎Brigita menyebut indikator MACD juga masih berada di area negatif dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat.
‎
‎Dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan volatilitas tinggi pada rentang: Support: 5.996–5.899 dan Resistance: 6.318–6.459
‎
‎‎Level 5.899 menjadi area penting untuk menjaga peluang technical rebound jangka pendek. Sementara jika IHSG mampu menembus 6.318, peluang penguatan lanjutan dinilai semakin terbuka.
‎
‎Pasar juga diperkirakan sensitif terhadap effective date rebalancing MSCI pada 29 Mei 2026 yang berpotensi memicu tekanan jual pada saham-saham big caps.

‎Rekomendasi Saham IPOT Pekan Ini

‎Di tengah volatilitas pasar, IPOT merekomendasikan beberapa saham dan ETF pilihan untuk strategi trading jangka pendek.
‎
‎1. MDKA
‎
‎Entry: 2.720
‎
‎Target Price: 3.000
‎
‎Stop Loss: 2.610
‎
‎
‎Saham MDKA dinilai mulai membentuk momentum rebound setelah ditutup di atas EMA5 dengan lonjakan volume transaksi. Aksi akumulasi asing mencapai Rp691 miliar dalam sepekan terakhir turut menjadi katalis positif.
‎
‎2. BTPN
‎
‎Entry: 2.380
‎
‎Target Price: 2.530
‎
‎Stop Loss: 2.310
‎
‎
‎BTPN masih bergerak dalam tren naik dan konsisten bertahan di atas EMA5 hingga EMA50. Saham ini juga didukung aksi net buy asing sebesar Rp2,3 miliar.
‎
‎3. ULTJ
‎
‎Entry: 1.635
‎
‎Target Price: 1.725
‎
‎Stop Loss: 1.590
‎
‎
‎ULTJ membentuk pola higher low dan berhasil rebound di area EMA50. Indikator MACD juga mulai mengarah ke area bullish crossover yang membuka peluang penguatan lanjutan.
‎
‎4. XIHD
‎
‎ETF XIHD dinilai menarik di tengah pasar volatil karena menawarkan eksposur pada 20 saham dengan dividend yield tinggi dan fundamental solid.
‎
‎Kenaikan BI Rate ke 5,25 persen juga diperkirakan menjadi katalis positif bagi sektor perbankan yang mendominasi sekitar 45,6 persen bobot portofolio XIHD.***