
IHSG Tembus 6.000, Saham BUMN Jadi Katalisator Penguatan Pasar
- Rupiah Tinggalkan Level Rp18. 000
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit signifikan pada perdagangan Jumat (12/6/2026) dengan kembali menembus level psikologis 6.000.
Penguatan pasar saham berlangsung seiring menguatnya nilai tukar rupiah, menandai mulai pulihnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup menguat 121,6 poin atau 2,07 persen ke level 6.007 dari posisi sebelumnya 5.886.
Pada sesi perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.074 dengan nilai transaksi mencapai Rp21,6 triliun.
Aktivitas perdagangan juga didominasi sentimen positif dengan sebanyak 904 saham menguat, 180 saham melemah, dan 244 saham stagnan.
Investor asing tercatat membukukan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp287,7 miliar dengan total transaksi asing mencapai Rp15,5 triliun.
Penguatan IHSG sejalan dengan apresiasi rupiah yang bergerak ke kisaran Rp17.910 per dolar Amerika Serikat.
Kondisi tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya optimisme pasar terhadap prospek ekonomi nasional.
Saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi penopang utama kenaikan indeks.
Sektor pertambangan mencatat lonjakan sekitar 7 persen, diikuti saham-saham perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta emiten telekomunikasi PT Telkom Indonesia Tbk.
Volume pembelian yang besar dari investor domestik maupun asing terhadap saham-saham BUMN menjadi katalis utama penguatan pasar sejak awal perdagangan.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, mengatakan tingginya minat investor menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan kualitas portofolio perusahaan pelat merah.
"Ini adalah bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya pada portofolio BUMN kita," ujar Dony di Jakarta, Jumat (12/6).
Menurutnya, dominasi saham BUMN dalam menopang kenaikan IHSG mencerminkan keberhasilan transformasi yang dijalankan perusahaan negara.
Ia meyakini momentum tersebut menjadi sinyal bahwa arah kebijakan pemerintah telah berada pada jalur yang tepat untuk menciptakan iklim investasi yang lebih stabil.
Dony juga menilai stabilitas pasar keuangan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui terjaganya harga kebutuhan pokok serta terbukanya peluang penciptaan lapangan kerja baru.
Dari sisi kebijakan, penguatan pasar turut didukung keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen pada 9 Juni 2026.
Langkah tersebut dinilai berhasil memulihkan kepercayaan investor di tengah dinamika ekonomi global.
Selain itu, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang diperkuat melalui konsolidasi yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, turut menjadi faktor pendukung membaiknya sentimen pasar.
Ke depan, BP BUMN bersama Danantara menyatakan akan terus mengawal kinerja portofolio perusahaan negara agar tetap mampu menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus menjaga momentum pemulihan pasar domestik.
Kinerja IHSG Jumat (12/6/2026)
- IHSG: 6.007 (+2,07%)
- Level tertinggi: 6.074
- Level terendah: 5.952
- Nilai transaksi: Rp21,6 triliun
- Saham naik: 904
- Saham turun: 180
- Net buy asing: Rp287,7 miliar
- Rupiah: Rp17.910 per dolar AS
