
IHSG Tergelincir 1,06 Persen, Asing Catat Net Sell Rp1 Triliun
- Saham Antam Paling Banyak Dilepas
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada perdagangan Rabu (25/9/2025), terkoreksi 85,89 poin atau 1,06 persen ke level 8.040,66.
Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 8.022,97 hingga 8.146,09.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi harian mencapai Rp26,25 triliun dengan volume 534,73 juta lot dan frekuensi 2,70 juta kali.
Dari daftar KOMPAS100 Top Gainer, saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) melesat 8,06 persen, diikuti Bumi Serpong Damai (BSDE) naik 7,96 persen, PT Trimegah Bangun Persada (TAPG) +6,15 persen, Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) +6,14 persen, dan Darma Henwa (DEWA) +6,06 persen.
BACA JUGA:
Telkomsel Perkuat Layanan Multi-Kanal, GraPARI Tetap Jadi Andalan
Sebaliknya, saham-saham yang masuk Top Loser antara lain Merdeka Copper Gold (MDKA) terperosok 9,21 persen, Aneka Tambang (ANTM) -8,65 persen, Barito Pacific (BRPT) -6,90 persen, Saratoga Investama Sedaya (SRTG) -6,12 persen, dan Petrosea (PTRO) -4,63 persen.
Net Sell Asing Sentuh Rp1 Triliun
Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,00 triliun di seluruh pasar. Pada pasar reguler saja, net sell asing tercatat Rp879,13 miliar.
Meski begitu, terdapat sejumlah saham yang masih menjadi incaran asing. Lima saham paling banyak diborong asing adalah Bumi Resources (BUMI) Rp56,40 miliar, Steel Pipe Industry of Indonesia (NSSS) Rp52,30 miliar, Indofood CBP (ICBP) Rp50,00 miliar, Bumi Resources Minerals (BRMS) Rp47,30 miliar, dan Darma Henwa (DEWA) Rp42,00 miliar.
BACA JUGA:
Di sisi lain, saham yang paling banyak dilepas asing meliputi Aneka Tambang (ANTM) dengan net sell Rp453,80 miliar, Bank Central Asia (BBCA) Rp222,10 miliar,.
Berikutnya Merdeka Copper Gold (MDKA) Rp194,10 miliar, Barito Pacific (BRPT) Rp146,90 miliar, serta Amman Mineral Internasional (AMMN) Rp109,10 miliar.
Pergerakan pasar yang cenderung melemah ini dipicu kombinasi aksi ambil untung investor domestik maupun tekanan jual asing pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor pertambangan dan perbankan. ***
