Musyawarah Besar PDKT ke-VII ini diikuti ratusan peserta yang terdiri atas tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan komunitas Dayak dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur
Kabar Ibu Kota

IKN dan Peran Strategis Masyarakat Dayak

  • Kehadiran IKN menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat Dayak
Kabar Ibu Kota
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM - Peran masyarakat adat dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dimantapkan. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat Dayak dalam menjaga keberlanjutan sosial dan budaya di kawasan ibu kota baru.

Hal itu disampaikan Basuki saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) ke-VII Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Sabtu (24/1/2026).

Menurut Basuki, PDKT memiliki posisi strategis sebagai mitra dalam pembangunan IKN yang berkeadilan dan inklusif. Ia menyebut, dukungan masyarakat adat menjadi salah satu fondasi penting dalam proses pembangunan Nusantara menuju ibu kota politik pada 2028.

“Saya berharap melalui musyawarah besar ke-7 ini, PDKT terus menjadi bagian dari langkah strategis pembangunan IKN. Secara pribadi, saya merasakan dukungan PDKT terhadap keberlanjutan dan pembangunan Nusantara,” kata Basuki.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/otorita-ikn-tertibkan-57-usaha-ilegal-di-kawasan-nusantara

Basuki juga mengungkapkan, sekitar 30 persen pegawai Otorita IKN berasal dari masyarakat lokal Kalimantan Timur. Komposisi tersebut, menurut dia, merupakan bentuk komitmen untuk memastikan masyarakat daerah tidak terpinggirkan dalam pembangunan ibu kota baru.

Selain itu, Otorita IKN tengah mengembangkan kawasan pusat kebudayaan atau cultural center yang dirancang sebagai ruang publik dan wadah ekspresi budaya masyarakat ke depan.

Ketua Umum PDKT, Syaharie Jaang, menilai kehadiran IKN menjadi momentum penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat Dayak. Ia menekankan bahwa pendidikan dan kapasitas diri menjadi kunci agar masyarakat adat dapat berperan aktif dalam pembangunan.

“Dengan berpindahnya ibu kota ke Nusantara, kita harus menyiapkan diri. Tanpa pendidikan, kita akan terpinggirkan. Tanpa kualitas, kita tidak ada apa-apanya di daerah kita sendiri,” ujar Jaang.

Agenda tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas penyelenggaraan Mubes PDKT. Ia menilai forum tersebut sebagai ruang konsolidasi penting bagi penguatan peran masyarakat adat.

Musyawarah Besar PDKT ke-VII ini diikuti ratusan peserta yang terdiri atas tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan komunitas Dayak dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur. ***