
Imbas Kabut Asap Karhutla, Sektor Wisata Balikpapan Mulai Landai
- Kabut asap akibat karhutla mulai berdampak pada sektor pariwisata Balikpapan
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur mulai berdampak signifikan ke Kota Balikpapan.
Selain memicu kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di sektor pendidikan, kabut asap kini membawa efek domino terhadap sektor pariwisata.
Berdasarkan data Informasi Kualitas Udara Kota Balikpapan per 15 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencatatkan angka 168 dengan parameter kritis PM2,5, yang masuk dalam kategori Tidak Sehat.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disporapar) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, mengungkapkan bahwa kunjungan ke sejumlah destinasi wisata mulai menunjukkan penurunan akibat paparan asap tersebut.
“Secara tidak langsung, sektor wisata memang mulai terdampak, tetapi kami optimistis bisa mengatasinya,” ungkap Ratih, pada Jumat (16/10/2026).
Ratih memaparkan, tingkat keterisian atau city occupancy Kota Balikpapan tercatat sebesar 58,31% untuk periode Januari hingga pertengahan Oktober 2026. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.
BACA JUGA:
IIMS Garage Balikpapan 2026 Hadir 21 Oktober, Ada Cashback Rp150 Juta - ibukotakini.com
“Capaian ini turun jika dibandingkan tahun lalu, di mana sampai bulan Desember city occupancy mampu mencapai 65,29%,” sebutnya.
Menyikapi kondisi udara yang tidak sehat, pihak Disporapar Balikpapan meminta seluruh pengelola objek wisata untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Salah satunya dengan menyediakan masker bagi para pengunjung serta membatasi kegiatan di luar ruangan.
Sejumlah penyesuaian aktivitas ruang terbuka juga mulai dilakukan. Salah satunya di kawasan Pasar Segar yang diminta untuk meniadakan kegiatan senam bersama pada hari Jumat.
“Kebijakan ini kami kembalikan kepada masing-masing pengelola wisata untuk disesuaikan,” jelas Ratih.
Ia menambahkan, pembatasan ini bersifat sementara. Jika kondisi kualitas udara kembali membaik dan stabil, aktivitas pariwisata luar ruangan (outdoor) akan kembali dibuka secara normal.
“Harapannya kualitas udara di Balikpapan membaik, apalagi mendekati akhir tahun sektor wisata adalah tempat berlibur pengunjung,” pungkasnya. (Adv-Diskominfo PPU)
