Imlek 2577 Shio Kuda Api: Peluang Datang, Emosi Dikendalikan
Tren

Imlek 2577 Shio Kuda Api: Peluang Datang, Emosi Dikendalikan

  • Unsur api pada shio tahun ini memiliki makna yang sama seperti tahun sebelumnya, yakni energi dan panas
Tren
Muhammad S.J

Muhammad S.J

Author

IBUKOTAKINI.COM - Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dengan shio Kuda Api dimaknai sebagai momentum untuk bergerak cepat namun tetap sabar. 

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Klenteng Guang De Miao Balikpapan, William Chandra, Selasa (17/2/2026) dinihari.

Menurut William, unsur api pada shio tahun ini memiliki makna yang sama seperti tahun sebelumnya, yakni energi dan panas. 

Dia menilai, api bisa memicu emosi jika tidak dikendalikan.

“Api melambangkan panas. Artinya kita mudah terpicu, mudah emosi. Karena itu di tahun ini kita harus lebih banyak sabar,” katanya.

Sementara itu, kuda melambangkan tenaga dan pergerakan cepat. 

Dalam konteks usaha dan kehidupan, ia menilai tahun ini membuka peluang yang harus disambut dengan ketegasan.

BACA JUGA:

Begini Cara Crazy Rich Balikpapan Rayakan Imlek 2026 - ibukotakini.com

“Jadi kalau ada peluang bisnis, kita harus sigap dan tegas. Tapi cepat bukan berarti gegabah. Tetap harus diperhitungkan dengan baik supaya peluang bisa diraih maksimal,” jelasnya.

Untuk rangkaian perayaan, pengurus klenteng fokus melayani umat yang beribadah pada malam pergantian tahun. Tepat tengah malam, umat melakukan sembahyang pergantian tahun secara bergiliran bersama keluarga masing-masing.

Pada pagi harinya, perayaan dilanjutkan dengan atraksi barongsai. Menurut William, barongsai memiliki makna simbolik sebagai pembersih energi negatif dan penyambut energi baru yang lebih positif.

Dalam prosesi ibadah, umat memulai dengan menyalakan lilin sebagai simbol penerang kehidupan. 

Setelah itu memasang dupa, menuangkan minyak sebagai lambang keberlanjutan hidup, lalu membakar kertas sembahyang yang dipercaya sebagai persembahan emas kepada para dewa-dewi.

“Ibadah dilakukan per keluarga. Urutannya sudah disiapkan, mulai dari sembahyang kepada Dewa Langit hingga dewa-dewa lainnya,” tutup William. ***