Imunisasi Lengkap Kunci Cegah Penularan Campak
Balikpapan

Imunisasi Lengkap Kunci Cegah Penularan Campak

  • Dinkes Balikpapan melakukan deteksi dini serta pelacakan kontak erat pasien terkonfirmasi campak, terutama di lingkungan keluarga dan sekolah
Balikpapan
Muhammad

Muhammad

Author

IBUKOTAKINI.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mencatat masih ada anak yang terdeteksi belum menerima imunisasi lengkap sejak kecil. Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinkes Balikpapan, Alwiati.

Hal ini dapat terjadi karena orang tua menilai tidak perlu memberikan imunisasi tambahan setelah anak berusia satu tahun, atau anak dalam kondisi sakit saat program imunisasi berlangsung dan tidak dijadwalkan ulang.

“Padahal imunisasi lengkap sangat penting untuk melindungi anak. Vaksinasi tidak menjamin 100 persen kebal, tetapi jika tertular gejalanya jauh lebih ringan dibanding yang tidak divaksin,” katanya saat dijumpai pada Selasa 9 September 2025.

Ia menjelaskan, program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang digelar rutin setiap tahun juga belum diikuti seluruh anak, baik karena kendala kesehatan maupun adanya penolakan dari orang tua. 

Kondisi inilah yang membuat sebagian anak rentan terpapar penyakit campak. Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Balikpapan melakukan deteksi dini serta pelacakan kontak erat pasien terkonfirmasi campak, terutama di lingkungan keluarga dan sekolah. 

BACA JUGA:

Tahun 2026, Balikpapan Rekrut Ratusan Guru dan Tenaga Kependidikan - ibukotakini.com

Bila ditemukan potensi penularan, pihaknya langsung menggelar vaksinasi terfokus. Selain itu, sosialisasi juga diperluas hingga ke tingkat kelurahan dengan menggandeng lurah serta media massa lokal. 

“Kami langsung turun ke lapangan jika ada laporan kasus, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Alhamdulillah, sejauh ini masyarakat cukup kooperatif,” kata Alwiati.

Terkait status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Balikpapan, ia menambahkan bahwa penetapan dilakukan karena adanya peningkatan signifikan jumlah kasus, meski tidak ada pasien yang meninggal dunia.

“Kami imbau orang tua agar memastikan anak-anak memperoleh imunisasi dasar lengkap, karena itu kunci pencegahan penyakit menular,” tutupnya. ***