Incar China hingga Singapura, Ekspor Kepiting Kaltim Capai 85 Ton
Samarinda

Incar China hingga Singapura, Ekspor Kepiting Kaltim Capai 85 Ton

  • Produk kepiting hidup asal Kaltim konsisten diekspor ke China, Malaysia, dan Singapura
Samarinda
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM - Komoditas perikanan air payau dan pesisir Kalimantan Timur kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. 

Kepiting hidup kini menjadi salah satu primadona ekspor unggulan yang mendongkrak perekonomian daerah.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim mencatat, nilai ekspor komoditas kepiting hidup menembus angka Rp13,44 miliar dengan total volume pengiriman mencapai 85,86 ton sepanjang September 2026.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati, mengungkapkan bahwa kepiting hidup menduduki posisi kedua sebagai penyumbang devisa ekspor sektor perikanan terbesar di Kaltim, persis di bawah udang windu beku yang membukukan angka Rp35,14 miliar.

“Permintaan pasar internasional terhadap produk kepiting hidup asal perairan pesisir Kalimantan Timur tercatat sangat tinggi dan stabil,” ungkap Irma dikutip Sabtu (17/10/2026).

Berdasarkan data operasional, produk kepiting hidup asal Kaltim secara konsisten diekspor ke tiga negara tujuan utama di Asia, yakni China, Malaysia, dan Singapura.

BACA JUGA:

Gubernur Kaltim Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik Ajang Baznas Award 2026 - ibukotakini.com

Secara keseluruhan, merujuk data BP2MHKP Balikpapan, total nilai ekspor hasil perikanan Kaltim pada September 2026 sukses menyentuh angka Rp65,39 miliar dengan volume pengiriman secara kumulatif mencapai 360,32 ton.

Selain kepiting hidup dan udang windu beku, sejumlah komoditas perikanan unggulan daerah lainnya turut memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa ekspor, di antaranya:

  • Udang Pink Beku: Rp10,40 miliar
  • Udang Putih Beku: Rp2 miliar
  • Ikan Bawal Segar: Rp1,55 miliar
  • Ikan Kerapu Segar: Rp1,04 miliar

Irma menyebut bahwa standar jaminan mutu serta kebersihan produk (quality control) merupakan kunci utama dalam merawat kepercayaan pasar ekspor global. 

“Oleh karena itu, DKP Kaltim terus menggenjot pembinaan kepada pelaku usaha lokal,” ujarnya. ***