
Indeks Acuan Melesat, Saham Unggulan Masih Berat
- Pemulihan pasar saham tahun ini membentuk pola V-shape yang kuat setelah sempat tertekan pada kuartal kedua
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup 2025 dengan performa mengesankan. Berdasarkan data hingga perdagangan 24 Desember 2025, IHSG melesat 19,19 persen atau setara kenaikan 1.374 poin. Pemulihan pasar saham tahun ini membentuk pola V-shape yang kuat setelah sempat tertekan pada kuartal kedua.
Indeks sempat menyentuh titik terendah di level 5.882 pada periode Maret hingga Mei. Namun sejak pertengahan tahun, momentum rebound berlangsung konsisten hingga pekan terakhir Desember.
Kendati demikian, kinerja indeks acuan tersebut menyimpan anomali. Sejumlah saham unggulan berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan, justru menjadi pemberat. Reli IHSG tahun ini lebih banyak didorong saham di luar kelompok blue chip yang biasanya menjadi motor pasar.
Saham perbankan yang lazimnya menopang indeks justru menutup tahun di zona negatif. Penurunan terbesar dicatat PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun 13,94 persen dan menjadi penekan terbesar IHSG, yakni 5,35 persen.
Tekanan juga datang dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). BMRI membebani IHSG 1,36 persen dan BBRI 0,91 persen. Total, tiga saham bank raksasa tersebut mengurangi laju indeks 7,62 persen secara akumulatif.
BACA JUGA:
Gaji Naik 2026: Siapa Paling Tinggi di Kaltim? - ibukotakini.com
Sektor energi dan mineral tidak kalah memberikan tekanan. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) terkoreksi 21,08 persen dan mengurangi 71,70 poin indeks. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) jatuh 25,07 persen akibat ketidakpastian komoditas global. Investor cenderung menahan diri di saham siklikal yang bergantung pada harga energi dunia.
Konsumer dan Ritel Ikut Tertekan
Konsumsi domestik yang belum pulih sepenuhnya membuat sektor ritel melemah.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) anjlok 30,50 persen, memangkas 37,93 poin IHSG. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun 25,72 persen, tertekan melemahnya daya beli masyarakat.
Padahal kedua emiten ini biasa menjadi pilihan defensif saat pasar bergejolak.
BACA JUGA:
Harga Emas Antam Turun Rp14 Ribu pada 25 Desember 2025 - ibukotakini.com
Properti dan Teknologi Tak Luput
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) turun 26,05 persen setelah reli panjang pada tahun sebelumnya. Sementara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terkoreksi 8,57 persen seiring ketatnya kompetisi teknologi.
Saham keuangan PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menutup daftar saham penekan indeks dengan koreksi 9,93 persen.
Indeks Melaju, Blue Chip Tertinggal
Divergensi antara penguatan IHSG dan pelemahan saham unggulan menjadi catatan penting pada Kaleidoskop Pasar Modal 2025.
Indeks naik hampir 20 persen, tetapi sejumlah big cap justru memerah akibat tekanan sektoral dan rotasi portofolio investor. Tanpa tekanan perbankan saja, IHSG berpotensi menutup tahun lebih tinggi. ***
