PT Indexim Coalindo mengembangkan kawasan lingkungan Arboretum Tempudo sebagai miniatur hutan tropis. (Adpimprov/Hudais Tri Putra)
Kutai Timur

Indexim Bangun Arboretum Tempudo 648 Hektare

  • Miniatur Hutan Tropis di Jantung Kutai Timur
Kutai Timur
Bambang Susilo

Bambang Susilo

Author

IBUKOTAKINI.COM — PT Indexim Coalindo menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan mengembangkan Arboretum Tempudo seluas 648 hektare sebagai miniatur hutan tropis di kawasan operasional perusahaan. 

Proyek konservasi ini menjadi bagian penting dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dijalankan perusahaan sejak 2018.

Arboretum ini bukan hanya ruang hijau semata, tetapi telah menjadi pusat penelitian biodiversitas yang bekerja sama dengan Ecositrop Universitas Mulawarman Samarinda.

Dari hasil studi awal (baseline study), kawasan ini tercatat menjadi habitat 162 jenis flora, 30 jenis capung, 57 jenis kupu-kupu, 25 jenis mamalia, dan 87 jenis burung.

BACA JUGA:

SPPI Jadi Strategi Ketahanan Nasional Berbasis Pangan dan Generasi Sehat

Hal ini disampaikan langsung oleh Director General Admin, Legal, Licensing and Support PT Indexim Coalindo, Ricky Gowdjali, saat menerima kunjungan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji di lokasi CSR Empowerment Program Indexim, Senin 14 Juli 2025.

“Kawasan Arboretum Tempudo kami dedikasikan sebagai kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan ilmu pengetahuan. Ini adalah upaya kami menjaga ekosistem tetap hidup di tengah aktivitas industri,” ujar Ricky.

Dapat Apresiasi dari Gubernur Kaltim

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang hadir dalam rangkaian lawatan ke wilayah utara Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi atas komitmen Indexim, tidak hanya di bidang industri pertambangan, tetapi juga dalam bidang pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

“Kehadiran perusahaan tidak semata mengejar keuntungan, tetapi juga menjunjung nilai-nilai tanggung jawab sosial dan lingkungan,” kata Rudy.

BACA JUGA: 

Wagub Kaltim Apresiasi KPC Sulap Void Tambang Jadi Sumber Air Bersih

Rudy juga menegaskan pentingnya perusahaan seperti Indexim taat terhadap kewajiban pajak termasuk pajak kendaraan alat berat (0,2 persen) dan PBBKB maksimal 10 persen.

“Jangan dilalaikan pajaknya. Kalau dibiarkan, dendanya akan makin besar,” tegasnya.

Serap 15.200 Tenaga Kerja, 68 Persen Warga Lokal

Ricky menyebutkan saat ini Indexim mempekerjakan 15.200 tenaga kerja dan kontraktor, di mana 68 persen atau sekitar 10.000 orang merupakan warga Kalimantan Timur.

“Indexim juga konsisten memastikan hak-hak pekerja dan masyarakat sekitar terpenuhi, termasuk di bidang pendidikan dan kesehatan,” tambahnya.

Kunjungan ini turut dihadiri Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, serta jajaran manajemen Indexim seperti Direktur CSR & Security Muliawan Margadana, Direktur HRGA, dan Direktur Operasional Anderson Ichwan. ***