
Indika Energy Dirikan Anak Usaha Baru, Garap Logistik hingga Jasa Kepelabuhanan
- Anak Usaha Indika Energy Masuk Bisnis Logistik
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – PT Indika Energy Tbk (INDY) memperluas strategi diversifikasi bisnis dengan mendirikan anak usaha baru bernama PT Tujuh Raya Dewi (TRADE).
Pembentukan perusahaan baru tersebut dilakukan oleh dua anak usaha Indika Energy, yakni PT Indika Logistic & Support Services (ILSS) dan PT Interport Mandiri Utama (IMU). Informasi ini disampaikan Indika Energy melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 12 Agustus 2026.
“ILSS dan IMU merupakan anak perusahaan Perseroan yang lebih dari 99% sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh Perseroan,” tulis Sekretaris Perusahaan PT Indika Eenergy Tbk, Adi Pramono.
Berdasarkan keterbukaan informasi tersebut, TRADE berkedudukan di Jakarta dan didirikan berdasarkan Akta Pendirian Nomor 45 tertanggal 12 Agustus 2026 yang dibuat di hadapan Ungke Mulawanti, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Timur.
BACA JUGA:
Pemilik Konsesi Tambang di Paser Buka Suara soal PP Ekspor SDA - ibukotakini.com
Pendirian TRADE telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui nomor AHU-0065255.AH.01.01 pada tanggal yang sama.
Anak Usaha Indika Energy Masuk Bisnis Logistik
TRADE akan menjalankan sejumlah kegiatan usaha yang berkaitan dengan jasa logistik, perdagangan dan transportasi.
Dalam dokumen keterbukaan informasi, Indika Energy menyebut setidaknya terdapat lima bidang usaha yang akan dijalankan TRADE.
Kelima bidang tersebut meliputi aktivitas konsultasi manajemen lainnya, perdagangan besar atas dasar balas jasa atau kontrak, angkutan multimoda barang, angkutan bermotor untuk barang umum, serta pelayanan kepelabuhanan laut.
BACA JUGA:
CIMB Niaga Danai Sustainability-Linked Loan US$750 Juta untuk Vale Indonesia - ibukotakini.com
Rinciannya mencakup KBLI 70209 untuk aktivitas konsultasi manajemen lainnya, KBLI 46100 untuk perdagangan besar atas dasar balas jasa atau kontrak, KBLI 52291 untuk angkutan multimoda barang, KBLI 49231 untuk angkutan bermotor barang umum, dan KBLI 52221 untuk pelayanan kepelabuhanan laut.
Langkah ini memperkuat arah ekspansi Indika Energy ke sektor-sektor bisnis di luar kegiatan usaha utamanya.
Modal TRADE Rp130 Juta
Dalam struktur kepemilikan, ILSS menjadi pemegang saham mayoritas TRADE dengan porsi 51 persen.
ILSS tercatat memiliki 663 saham dengan nilai Rp66,3 juta. Sementara itu, IMU menguasai 637 saham atau 49 persen dengan nilai Rp63,7 juta.
BACA JUGA:
Soechi Lines (SOCI) Bidik Dana Rp500 Miliar dari Sukuk Ijarah - ibukotakini.com
Dengan demikian, total modal saham TRADE tercatat sebanyak 1.300 saham dengan nilai Rp130 juta.
Indika Energy menjelaskan ILSS dan IMU merupakan anak perusahaan yang lebih dari 99 persen sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh Perseroan.
Artinya, meskipun TRADE secara langsung dimiliki ILSS dan IMU, perusahaan baru tersebut tetap berada dalam struktur grup usaha Indika Energy.
Laporan Keuangan TRADE Akan Dikonsolidasikan
Indika Energy menyatakan pembentukan TRADE akan membuat Perseroan memiliki entitas anak baru yang laporan keuangannya akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan perusahaan.
Namun, manajemen memastikan pembentukan anak usaha tersebut tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Indika Energy.
BACA JUGA:
Emas Bangkitkan Indika Energy, Nilai Proyek Awak Mas Lebihi Kapitalisasi Pasar - ibukotakini.com
Perseroan juga menegaskan pendirian TRADE merupakan bagian dari strategi diversifikasi bisnis.
“Perseroan berkeyakinan bahwa pembentukan ini dilakukan sesuai dengan strategi bisnis diversifikasi Perseroan serta untuk memastikan agar Perseroan fokus pada pelaksanaan kegiatan usaha yang berkelanjutan,” tutup Adi Pramono.***
