Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer
Tren

Inggris Tak Mau Terseret Perang Timur Tengah

  • Starmer Tolak Tekanan Trump Kirim Pasukan ke Iran
Tren
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Inggris bergabung dengan Spanyol - menegaskan tidak akan terlibat dalam konflik militer yang lebih luas di Timur Tengah, meskipun mendapat tekanan dari Amerika Serikat untuk mengirim kapal militer ke Selat Hormuz.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyampaikan sikap tersebut dalam konferensi pers pada Senin. Ia menegaskan Inggris tidak ingin terseret dalam eskalasi konflik regional.

“Inggris tidak akan ditarik ke dalam perang yang lebih luas,” kata Starmer sebagaimana dirilis surat kabar Inggris terkemuka, The Guardian, Senin, 16 Maret 2026.

Starmer menyebut lebih mengutamakan keamanan rakyat Inggris di wilayah konflik.

BACA JUGA:

Ancaman Depresi Ekonomi, Kiyosaki Sarankan 3 Aset Ini - ibukotakini.com

“Saya ingin perang ini berakhir secepat mungkin. Semakin lama berlangsung, situasinya semakin berbahaya dan dampaknya semakin buruk bagi biaya hidup di dalam negeri,” kata Starmer.

Selain enggan memenuhi permintaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengirim pasukan, ia menyebut pembukaan Selat Hormuz bukan tugas yang sederhana.

“Kami bekerja dengan semua sekutu, termasuk mitra Eropa, untuk menyusun rencana kolektif yang layak guna memulihkan kebebasan navigasi di kawasan tersebut,”  kata Starmer. 

Pernyataan itu disampaikan pasca pernyataan Donald Trump yang meminta negara-negara sekutu membantu membuka kembali jalur pengiriman di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia. 

BACA JUGA:

Ekspor Balikpapan Turun 30 Persen, Neraca Januari Defisit - ibukotakini.com

Washington juga mendesak sekutu untuk membantu membuka blokade yang mengganggu pasokan energi global.

Namun hingga kini, respons negara-negara sekutu terhadap permintaan tersebut masih terbatas.

Di internal pemerintahan Inggris, para menteri tengah menyusun rencana alternatif dengan mengirim drone penyapu ranjau ke Selat Hormuz. 

Langkah ini dipertimbangkan untuk menjaga keamanan jalur pelayaran tanpa harus mengerahkan kapal perang dalam skala besar.

BACA JUGA:

Emiten yang Perlu Dicermati Saat Perang di Timur Tengah - ibukotakini.com

Meski begitu, sejumlah pejabat di Whitehall mengkhawatirkan bahwa mengikuti permintaan Washington secara penuh dapat memperburuk krisis di kawasan tersebut.

Starmer juga membela keputusannya yang tidak ikut dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel sebelumnya. Ia menegaskan keputusan itu diambil berdasarkan kepentingan nasional Inggris.

Sikap tersebut memicu kritik dari Trump. Awal bulan ini, mantan presiden AS itu bahkan menyindir Starmer dengan mengatakan, “Ini bukan Winston Churchill.”

Meski demikian, Starmer tetap berupaya menjaga hubungan diplomatik dengan Washington. 

BACA JUGA:

Sejumlah Tokoh AS Kecam Serangan Amerika ke Iran - ibukotakini.com

Menurut kantor perdana menteri di Downing Street, Starmer dan Trump sempat berbicara melalui telepon pada Minggu untuk membahas situasi di Timur Tengah serta pentingnya menghentikan gangguan terhadap jalur pelayaran global.

Percakapan itu juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas distribusi energi dunia yang sangat bergantung pada keamanan Selat Hormuz. ***