
Ini Alasan Pemkot Balikpapan Pangkas Pohon Tiap Malam
- 25 Ribu Pohon di Jalanan Utama Perlu Perawatan
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM – Aktivitas pemangkasan pohon di Balikpapan yang rutin dilakukan pada malam hari sempat memicu beragam reaksi dari warga.
Sebagian masyarakat khawatir langkah ini akan mengurangi kerimbunan kota dan memicu suhu udara yang semakin panas.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan memberikan klarifikasi.
Pemangkasan ini ditegaskan bukan untuk mengurangi ruang terbuka hijau, melainkan bagian dari perawatan intensif terhadap puluhan ribu pohon peneduh di kawasan perkotaan.
BACA JUGA:
Balikpapan Masuk Tiga Besar Kota Terbaik Pengelolaan Sampah Versi Kementerian PU
Perawatan Berkala untuk 25 Ribu Pohon di Balikpapan
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana**, mengungkapkan bahwa jumlah pohon besar yang tersebar di sepanjang jalan protokol dan pemukiman diperkirakan mencapai 25.000 batang.
Mengelola jumlah sebanyak itu membutuhkan manajemen perawatan yang terencana.
"Pohon di Balikpapan ini jumlahnya cukup banyak. Dalam satu malam, petugas kami rata-rata memangkas dan merawat sekitar lima sampai enam pohon," jelas Sudirman, Kamis (16/4/2026).
Tim pemeliharaan DLH bekerja berdasarkan jadwal rutin setiap pekannya:
Senin hingga Kamis: Fokus penanganan pohon di sepanjang jalan protokol Balikpapan.
Sabtu dan Minggu: Menindaklanjuti permintaan masyarakat, kantor pemerintahan, maupun kelurahan.
Alasan Utama Pemangkasan: Keamanan dan Penerangan Jalan
Sudirman menjelaskan ada dua alasan mendasar mengapa pemangkasan dahan pohon sangat krusial dilakukan, yaitu:
1. Optimalisasi Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). Dahan yang terlalu rimbun seringkali menutupi lampu jalan.
"Jika dibiarkan, jalanan tetap akan gelap meski sudah dipasang lampu karena cahayanya terhalang pepohonan. Ini bisa membahayakan pengguna jalan," tuturnya.
2. Mengantisipasi Risiko Pohon Tumbang. Cabang pohon yang terlalu berat memiliki risiko tinggi untuk patah atau tumbang saat terjadi hujan deras dan angin kencang.
Dengan mengurangi kerimbunan dan tinggi pohon, DLH berupaya meminimalisir potensi bahaya bagi pengendara maupun pejalan kaki.
BACA JUGA:
Pemangkasan Pohon di Balikpapan, DLH Fokus Jalan Utama untuk Keamanan
Bantahan Kota Menjadi Gersang
Sudirman juga menepis anggapan bahwa pemeliharaan ini membuat citra Balikpapan sebagai kota hijau menjadi hilang.
Menurutnya, pemangkasan dilakukan secara selektif pada bagian tertentu, bukan penebangan total.
"Pohon ini makhluk hidup, pasti akan tumbuh lagi. Justru jika tidak pernah dirawat dan dibiarkan terlalu besar, penanganannya akan jauh lebih sulit dan berisiko," tegasnya.
Menariknya, sisa hasil pangkasan pohon tidak dibuang begitu saja. DLH melakukan pemanfaatan kembali (reuse) dengan cara:
1. Bibit Tanaman: Sebagian dahan dimanfaatkan kembali untuk pembibitan.
2. Bahan Baku Co-firing: Sisa kayu digunakan sebagai campuran bahan bakar ramah lingkungan.
Mengapa Dilakukan Malam Hari?
Pemilihan waktu malam hari dilakukan semata-mata untuk menjaga kenyamanan publik.
Dengan pengerjaan di malam hari, petugas dapat menggunakan alat berat tanpa mengganggu arus lalu lintas yang padat di siang hari.
Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara keasrian kota dan aspek keamanan publik, guna memastikan Balikpapan tetap hijau, terang, dan aman bagi seluruh warganya.***
