
Investasi Asing di IKN Tembus Rp 8,75 Triliun
- Empat Raksasa Global Bangun Properti Dekat Istana
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Aliran modal asing ke Ibu Kota Nusantara terus menunjukkan tren positif yang signifikan sepanjang tahun 2026.
Hingga pertengahan Juli tahun ini, total nilai investasi dari investor mancanegara yang masuk dan mulai merealisasikan pembangunan fisik di lapangan tercatat telah menembus angka Rp 8,75 triliun.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa masuknya para investor asing ini merupakan buah manis dari kesiapan infrastruktur dasar yang telah disiapkan oleh pemerintah sejak awal.
Kepercayaan investor global ini tumbuh pesat seiring dengan rampungnya berbagai fasilitas penunjang utama untuk lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif di kawasan inti pusat pemerintahan.
BACA JUGA:
Mobilitas ke IKN Dongkrak Traffic Bandara Sepinggan hingga 2,39 Juta - ibukotakini.com
Menurut Basuki pada Rabu, 15 Juli 2026, kehadiran para pemodal internasional ini menjadi sinyal yang sangat positif bagi masa depan ibu kota baru.
Setidaknya saat ini sudah ada empat investor asing berskala besar yang posisinya sangat dekat untuk memulai langkah pembangunan fisik.
Mereka semua melihat potensi besar kawasan ini dan meyakini bahwa IKN akan menjadi salah satu kota paling indah di dunia saat seluruh proses pembangunan selesai nantinya.
Dalam penjelasannya, Basuki merinci beberapa nama besar investor luar negeri yang telah menyatakan komitmen kuat dan bahkan sudah mulai bekerja secara aktif di lapangan.
BACA JUGA:
KPU Kaltim Tetapkan 2,96 Juta Data Pemilih Berkelanjutan Semester I 2026 - ibukotakini.com
Salah satunya adalah Dian Jaya dari Korea Selatan yang menanamkan modal sebesar Rp 2,5 triliun untuk membangun kawasan perkantoran, hotel, serta apartemen modern.
Langkah ini disusul oleh Citadel yang menyuntikkan dana investasi sebesar Rp 1 triliun. Tidak ketinggalan, ada pula perusahaan Djem asal Uni Emirat Arab yang mengucurkan dana fantastis senilai Rp 4 triliun untuk mendirikan pusat perbelanjaan megah di atas lahan seluas 8 hektare.
Basuki menambahkan bahwa perwakilan dari Djem sudah mulai bergerak aktif di lapangan.
Untuk mempercepat proses kerja mereka dalam mendesain dan merancang proyek, pihak Otorita IKN memfasilitasi tempat tinggal sementara bagi tim mereka di rumah susun setempat.
BACA JUGA:
IKN Masih Jadi Magnet Wisata Libur Sekolah - ibukotakini.com
Langkah taktis ini diambil agar pengerjaan proyek bisa segera dieksekusi tanpa kendala teknis akomodasi.
Pihak Otorita IKN juga berkomitmen penuh untuk mempermudah segala kebutuhan administratif maupun teknis para investor.
Hal ini dilakukan demi mendukung percepatan pembangunan agar dapat selesai tepat waktu sesuai dengan target penyelesaian fasilitas dasar yang telah dicanangkan pemerintah.
Menurutnya, para investor sangat memahami fokus pemerintah dalam menuntaskan fasilitas eksekutif, legislatif, dan yudikatif terlebih dahulu sebelum mereka masuk secara penuh untuk membangun proyek komersial.
BACA JUGA:
779 Ribu Pekerja Kaltim Belum Terlindungi, BPJS Kejar Target 2026 - ibukotakini.com
Salah satu proyek terbaru yang saat ini menarik perhatian di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan adalah pembangunan Delonix Nusantara. Proyek properti komersial bernilai Rp 1,2 triliun ini digarap oleh Delonix Group, sebuah perusahaan properti terkemuka asal Tiongkok.
Basuki memastikan bahwa lokasi proyek ini sangat strategis karena berada dalam jangkauan pandangan mata langsung dari Istana Garuda.
Menanggapi dimulainya proyek ini, Chairman Delonix Group, Lu Keming, mengungkapkan rasa optimisme yang sangat tinggi terhadap masa depan investasi mereka di tanah air.
Proyek properti komersial yang mereka bangun di atas lahan seluas 1,27 hektare ini nantinya akan mencakup fasilitas hotel berbintang, serviced apartment, pusat perbelanjaan modern, hingga ruang perkantoran eksklusif.
BACA JUGA:
Dampak IKN, Ekonomi Penajam Paser Utara Tumbuh 19,9 Persen - ibukotakini.com
Lu Keming menjelaskan bahwa konsep apartemen yang mereka usung memadukan hunian premium dengan layanan berkualitas tinggi.
Pihaknya sengaja membawa pengalaman mendalam mereka dari Tiongkok mengenai konsep kota hijau yang ramah lingkungan. Ia sangat yakin bahwa hunian ini nantinya akan menjadi salah satu tempat tinggal favorit di kawasan ibu kota baru.
Apartemen ramah lingkungan ini nantinya tidak hanya disewakan untuk masyarakat umum, melainkan juga diproyeksikan sebagai opsi hunian berkualitas tinggi bagi para Aparatur Sipil Negara yang mulai bertugas di IKN.
Seluruh konsep arsitektur dan operasional bangunan tersebut juga telah disesuaikan dengan standar lingkungan ketat yang ditetapkan oleh pihak Otorita IKN untuk mendukung visi besar sebagai kota dunia berkelanjutan.
BACA JUGA:
BMKG Petakan Potensi Tsunami Pesisir Timur Kalimantan - ibukotakini.com
Pemerintah sendiri sangat optimistis bahwa gelombang masuknya investasi asing ini akan terus meningkat tajam seiring dengan semakin matangnya infrastruktur kota dari hari ke hari.
Selain derasnya modal dari luar negeri, pelaku usaha dalam negeri atau Penanaman Modal Dalam Negeri juga terus menunjukkan taringnya. Salah satunya adalah grup Plataran yang saat ini tengah sibuk mengerjakan proyek fisik di area strategis tepat di depan rumah sakit.
Kolaborasi solid antara investor asing dan domestik ini diharapkan mampu mempercepat transformasi IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelas dunia.***
