
Investasi Kutim Tembus Rp20,07 Triliun, Lampaui Target 160 Persen
- Pemerintah Jamin Iklim Investasi Sehat
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu daerah tujuan investasi di Kalimantan Timur.
Sepanjang 2025, realisasi investasi di daerah ini mencapai Rp20,07 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp12,5 triliun atau mencapai 160,06 persen.
Capaian tersebut sekaligus mengantarkan Kutim meraih dua penghargaan terbaik kedua tingkat Provinsi Kalimantan Timur atas kinerja realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).
Penghargaan diserahkan perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Timur, Fatimah Agustina, kepada Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Senin (20/7/2026).
BACA JUGA:
Cadangan Batu Bara Jumbo Belum Tergarap, PT BEP Target Operasi Tiga Tahun Lagi - ibukotakini.com
Kepala DPMPTSP Kutim Novian Prananta mengatakan, capaian investasi tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah dengan para pelaku usaha dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
"Pada tahun 2025, Kabupaten Kutai Timur diberikan target realisasi investasi sebesar Rp12,5 triliun. Berkat sinergi yang luar biasa antara para pelaku usaha, realisasi investasi berhasil menembus angka Rp20,07 triliun atau mencapai 160,06 persen dari target," ujarnya.
Menurut Novian, capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa Kutai Timur masih menjadi magnet investasi di Kalimantan Timur. Potensi sumber daya alam yang melimpah, didukung kondisi daerah yang kondusif dan ketersediaan sumber daya manusia, menjadi faktor utama yang menarik minat investor.
Memasuki 2026, pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp18,42 triliun. Hingga triwulan pertama, investasi yang telah terealisasi mencapai Rp3,18 triliun atau sekitar 17,25 persen dari target tahunan.
BACA JUGA:
Kontraktor Tambang PT SMRU 'Sekarat' Proyek di Kubar dan Balikpapan Macet - ibukotakini.com
Novian berharap pelaku usaha semakin tertib menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) karena data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam mengevaluasi capaian investasi sekaligus menyusun kebijakan pelayanan investasi yang lebih efektif.
Sementara itu, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan investasi merupakan salah satu motor penggerak pembangunan daerah.
Menurutnya, investasi tidak hanya menciptakan peluang usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
"Investasi bagi Kutai Timur sangat penting. Tidak hanya sekadar memberikan peluang usaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita mengimplementasikan visi membangun Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing," tegas Ardiansyah.
BACA JUGA:
Harga Emas Jatuh, Saat Tepat Borong atau Tunggu Lagi? - ibukotakini.com
Ia menambahkan, Kutai Timur memiliki potensi besar yang harus dikelola secara optimal, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia.
Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga iklim investasi yang sehat, terbuka, dan kondusif agar manfaat investasi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
"Kutai Timur memiliki kemampuan yang luar biasa, baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Potensi ini harus dikelola dengan baik agar mampu memberikan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat," pungkasnya.***
