
Investor Asing Inflow Rp494 Miliar, Ini 3 Saham Pilihan untuk Trading Pekan Ini
- Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen pada Kuartal II 2026
Ekbis
IBUKOTAKINI.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.409 pada perdagangan sepekan terakhir, menguat sekitar 2,78% dibandingkan pekan sebelumnya. Di tengah penguatan IHSG tersebut, investor asing mencatatkan pembelian bersih (inflow) mencapai Rp494 miliar di pasar reguler.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, mengatakan pelaku pasar perlu mencermati dinamika kebijakan suku bunga global yang saat ini berada pada persimpangan penting.
Menurutnya, bank sentral utama seperti US Federal Reserve (The Fed) dan European Central Bank (ECB) masih menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan upaya meredam inflasi yang melandai secara bertahap dengan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi.
"Bank sentral utama, seperti US Federal Reserve dan European Central Bank (ECB) terus menyeimbangkan antara upaya meredam ketahanan inflasi yang melandai secara bertahap dan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi," kata David, Senin (10/8/2026).
BACA JUGA:
IHSG Melaju 2,8 Persen Sepekan, Asing Mulai Balik ke Saham Indonesia - ibukotakini.com
Ia menambahkan, ketatnya pasar tenaga kerja serta persistensi inflasi sektor jasa masih mempertahankan narasi higher for longer. Kondisi tersebut membuat suku bunga acuan diperkirakan tetap berada pada level tinggi untuk jangka waktu lebih lama dari ekspektasi awal pasar.
"Sinyal kebijakan dari negara-negara maju ini secara langsung memicu gejolak pada imbal hasil obligasi pemerintah (bond yield), khususnya US Treasury. Lonjakan yield acuan global tersebut menyempitkan selisih (spread) yield dengan obligasi negara-negara berkembang (emerging markets). Alhasil, hal ini memicu tekanan capital outflow (aliran modal keluar) dari pasar berkembang menuju aset berisiko lebih rendah di negara maju," jelasnya.
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2% pada Kuartal II 2026
Dari sisi domestik, David menilai kondisi ekonomi Indonesia masih menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar saham.
Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia atau PDB kuartal II-2026 mencapai 5,2% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut menunjukkan resiliensi makroekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga seiring inflasi yang terjaga, serta akselerasi pembentukan modal tetap bruto yang mencerminkan tingginya kepercayaan investor.
BACA JUGA:
Pemerintah Lelang Sukuk Negara Rp10 Triliun, Ada Green Sukuk PBSG002 dan PBS038 - ibukotakini.com
"Keberhasilan ini menjadi bukti efektivitas sinergi kebijakan moneter dan fiskal dalam menggerakkan sektor industri manufaktur, perdagangan, dan jasa, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu motor pertumbuhan paling atraktif di kawasan emerging markets," ujar David.
Proyeksi IHSG Pekan 10-14 Agustus 2026
Memasuki perdagangan pekan 10-14 Agustus 2026, pasar keuangan diproyeksikan berada dalam fase wait and see.
David mengatakan tingginya intensitas rilis data ekonomi Amerika Serikat akan menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Sejumlah data yang menjadi fokus adalah indikator inflasi Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI), serta data penjualan ritel (retail sales).
"Rangkaian data ini menjadi krusial karena akan memberikan sinyal yang lebih terang mengenai arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya, apakah tekanan inflasi sudah benar-benar mendingin untuk memberi ruang bagi pelonggaran suku bunga atau justru masih cukup tangguh untuk mempertahankan narasi suku bunga tinggi lebih lama," terangnya.
BACA JUGA:
PGEO Kejar Kapasitas 1 GW, Buka Peluang Akuisisi Aset Panas Bumi - ibukotakini.com
Di tengah dinamika pasar tersebut, IPOT yang didukung infrastruktur institusi, dana kelolaan Rp312 triliun, dan The First Full Scale AI Powered Trading Decision Engine dengan fitur-fitur berteknologi AI merekomendasikan sejumlah saham untuk strategi trading pekan ini.
Teknologi AI tersebut ditujukan untuk membantu pengguna muda menganalisis pasar, memberikan rekomendasi portofolio yang relevan, hingga membantu mengambil keputusan investasi secara lebih presisi, cepat, dan terukur.
1. Saham WIFI
IPOT merekomendasikan Buy WIFI atau saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk.
Current Price: 2.020
Entry: 2.020
Target Price: 2.160 atau 6,93%
Stop Loss: 1.955 atau -3,22%
Risk to Reward Ratio: 1:2.2
Saham WIFI dinilai berpotensi mengalami breakout dari flag pattern. Dalam jangka pendek, saham ini juga konsisten mempertahankan MA20 sehingga dinilai layak untuk strategi trading pekan ini.
2. Saham IMPC
Saham berikutnya yang direkomendasikan adalah Buy IMPC, yakni saham PT Impack Pratama Industri Tbk.
Current Price: 1.595
Entry: 1.595
Target Price: 1.700 atau 6,58%
Stop Loss: 1.550 atau -2,82%
Risk to Reward Ratio: 1:2.3
IMPC dinilai layak ditradingkan pekan ini karena berpotensi mengalami golden cross dari MA60. Selain itu, AI Trade Flow di IPOT mengindikasikan akumulasi konsisten dalam 5 hari terakhir.
3. Saham BRMS
Rekomendasi ketiga adalah Buy BRMS, yaitu saham PT Bumi Resources Minerals Tbk.
Current Price: 615
Entry: 615
Target Price: 680 atau 10,57%
Stop Loss: 585 atau -4,88%
Risk to Reward Ratio: 1:2.2
Saham BRMS dinilai layak ditradingkan pada pekan ini karena dalam jangka pendek konsisten berada di atas MA5. Price action juga mengindikasikan potensi breakout.
Selain itu, AI Trade Flow di IPOT memperlihatkan akumulasi konsisten dalam 5 hari terakhir.
Dengan demikian, WIFI, IMPC, dan BRMS menjadi tiga saham pilihan IPOT untuk strategi trading pada pekan 10-14 Agustus 2026, di tengah penguatan IHSG dan perhatian investor terhadap rilis data ekonomi Amerika Serikat.***
Disclaimer:
Informasi ini bukan merupakan ajakan atau jaminan keuntungan investasi. Anda perlu mempertimbangkan profil risiko dan melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
