Salah satu tenan Mal Pentacity, salah satu pusat perbelanjaan yang dikembangkan PT Wulandari Bangun Laksana (BSBK).
Ekbis

Investor Asing Koleksi Saham Pengembang Balikpapan SuperBlock

  • Investor Asal Jakarta Masih Dominan
Ekbis
Ferry Cahyanti

Ferry Cahyanti

Author

IBUKOTAKINI.COM – Emiten pengembang properti kawasan Balikpapan SuperBlock, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK), baru saja merilis laporan registrasi pemegang efek untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026.

Laporan yang diterbitkan oleh Biro Administrasi Efek PT Bima Registra ini mengungkap sejumlah pergerakan menarik, terutama pada pos pemodal asing.

Berdasarkan data yang dihimpun, terjadi perubahan komposisi kepemilikan saham yang cukup mencolok antara Februari hingga Maret 2026. Jumlah lembar saham yang dipegang oleh Pemodal Asing melonjak drastis dari 29.573.300 lembar (0,12%) pada Februari menjadi 86.812.300 lembar (0,35%) di akhir Maret 2026.

Artinya, terdapat kenaikan bersih sebesar 57.239.000 lembar saham yang diserap oleh investor internasional dalam kurun waktu satu bulan saja.

Daftar Pemegang Saham Pengendali (Di Atas 5%)

Meskipun ada riak di pasar ritel dan asing, struktur pemegang saham utama dengan kepemilikan di atas 5% terpantau masih sangat solid dan tidak mengalami perubahan jumlah unit. 

BACA JUGA:

Late Nite Sale Ramadan BSB Balikpapan Belanja Berhadiah - ibukotakini.com

Berikut adalah rinciannya per 31 Maret 2026:

Nama Pemegang SahamJumlah SahamPersentase (%)
Christopher Sumasto Tjia10.000.000.00039,85%
Clarissa Ady Sumasto Tjia10.000.000.00039,85%
Glory Venture Capital Ltd1.312.116.1395,23%

Ketiga pemegang saham utama ini menguasai total 84,94% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan, yakni sebanyak 21.312.116.139 lembar.

Sebaran Demografi Investor: Dominasi Jakarta

Secara demografis, investor asal DKI Jakarta masih menjadi penopang utama BSBK dengan total kepemilikan mencapai 22.453.465.396 lembar saham atau sekitar 89,48% dari total saham yang beredar.

Menariknya, investor asal Jawa Barat menempati posisi kedua dengan kepemilikan 1,41%, disusul oleh Jawa Timur (0,79%) dan Banten (0,69%). 

Sebaran ini menunjukkan basis investor BSBK masih terkonsentrasi kuat di pulau Jawa, meskipun aset fisik perusahaan berada di Kalimantan Timur.

BACA JUGA:

Investasi Emas Tanpa Ribet, Galeri 24 Buka Outlet Baru - ibukotakini.com

Hingga akhir Maret 2026, jumlah pemegang saham dengan kepemilikan di bawah 5% tercatat sebanyak 24.049 pihak dengan total kepemilikan 3.779.766.236 lembar (15,06%).

Meskipun jumlah pemegang saham (partisipan) mengalami penurunan dibandingkan bulan Februari yang mencapai 26.830 pihak, porsi kepemilikan publik (free float) tetap stabil di angka 15,06%. 

Total modal ditempatkan dan disetor penuh BSBK tetap konsisten di angka 25.091.882.375 lembar saham.

Selama pekan ini BSBK diperdagangkan antara Rp60 per lembar saham, hingga Rp72 per lembar saham.***