Laba IPCM turun 33,08 persen menjadi Rp94,13 miliar hingga September 2026 akibat tekanan kenaikan harga BBM dan beban pokok pendapatan.
Bisnis

IPCM, Anak Usaha Pelindo Laporkan Pendapatan Naik, Tapi Laba Merosot

  • Direktur Utama Dwi Rahmad Toto Beri Penjelasan
Bisnis
Hadi Zairin

Hadi Zairin

Author

IBUKOTAKINI.COM – Kenaikan harga bahan bakar menekan kinerja PT Jasa Armada Indonesia Tbk. Anak usaha Pelindo Group yang bergerak di bidang jasa pemanduan dan penundaan kapal ini membukukan laba bersih Rp94,13 miliar hingga September 2026, turun 33,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp140,67 miliar.

Penurunan laba terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan. Emiten berkode saham IPCM tersebut mencatat pendapatan Rp1,15 triliun selama sembilan bulan pertama 2026, naik 5,33 persen dibandingkan Rp1,09 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk Dwi Rahmad Toto mengatakan, kenaikan harga bahan bakar menjadi salah satu faktor utama yang menekan profitabilitas perseroan.

Dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026), Toto menjelaskan beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp941,23 miliar dari Rp824,30 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan biaya tersebut menekan laba bruto menjadi Rp210,42 miliar, dibandingkan Rp269,07 miliar pada September 2025.

BACA JUGA:

CDI Perluas Bisnis Maritim, Elara Dalimbar 1 Punya Crane 150 Ton - ibukotakini.com

Dari sisi pendapatan, jasa pelayanan kapal masih menjadi penopang utama bisnis IPCM. Segmen ini menyumbang Rp1,11 triliun atau sekitar 96,51 persen dari total pendapatan perseroan.

Kontribusi terbesar berasal dari jasa penundaan kapal yang menghasilkan Rp1,05 triliun, tumbuh 7,74 persen secara tahunan. Sementara itu, pendapatan jasa pemanduan kapal mencapai Rp58,80 miliar.

Pendapatan dari jasa pengangkutan dan lainnya juga meningkat 8,70 persen menjadi Rp40,18 miliar.

IPCM Tingkatkan Efisiensi untuk Jaga Profitabilitas

Di tengah tekanan biaya operasional, IPCM berupaya meningkatkan efisiensi melalui optimalisasi pola operasi dan pemanfaatan armada. Perseroan juga memperbaiki respons pelayanan untuk memangkas waktu tunggu kapal di pelabuhan.

BACA JUGA:

BNI Kelola Jasa Penyaluran Gaji Bagi Karyawan Pelindo Terminal Petikemas - ibukotakini.com

Toto mengatakan, pertumbuhan pendapatan pada kuartal III 2026 menunjukkan perseroan masih mampu menjaga pertumbuhan di tengah tekanan industri dan tantangan ekonomi.

Ke depan, IPCM akan memperkuat bisnis inti, meningkatkan utilisasi armada, mendisiplinkan pengendalian biaya, serta memperluas pasar secara selektif.

“Ke depan, IPCM akan fokus memperkuat bisnis inti dan mengoptimalkan potensi pertumbuhan, yakni mengoptimalkan layanan dan wilayah yang telah memiliki kinerja baik, meningkatkan utilisasi armada, menjaga disiplin pengendalian biaya, serta memperluas pasar secara selektif,” ujar Toto.

Perseroan juga mendorong penggunaan teknologi pendukung efisiensi energi, seperti inverter atau sistem hibrida, panel surya, shore connection, dan harbour generator ketika kapal tidak beroperasi penuh.

BACA JUGA:

Kembangkan Jasa Kepelabuhan RI, Humpuss Intermoda dan Pelindo Jasa Maritim Teken MoU - ibukotakini.com

Selain itu, IPCM memperkuat sinergi dengan Pelindo Group sekaligus menjajaki peluang pasar di luar ekosistem tersebut. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas armada dan menjaga daya saing perseroan.

Aset IPCM Naik Menjadi Rp1,75 Triliun

Dari sisi neraca keuangan, total aset IPCM per 30 September 2026 mencapai Rp1,75 triliun, meningkat 1,98 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp1,71 triliun.

Aset lancar tumbuh 5,53 persen menjadi Rp1,07 triliun dari Rp1,02 triliun pada akhir tahun lalu. Perseroan juga mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp165,77 miliar.

Ke depan, IPCM menargetkan penguatan kinerja melalui peningkatan produktivitas armada, efisiensi operasional, pengembangan pasar, dan sinergi di lingkungan Pelindo Group.

BACA JUGA:

Laba Elnusa (ELSA) Melonjak 29% Jadi Rp681,5 Miliar - ibukotakini.com

Perseroan juga menegaskan komitmen terhadap keselamatan, keandalan layanan, tata kelola perusahaan yang baik, dan prinsip keberlanjutan untuk menjaga ketahanan bisnis serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.***