
ISPU Kutai Barat Tembus Kategori Berbahaya, Gubernur Beri Perintah Khusus
- Kasus ISPA melonjak di sejumlah daerah
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di Kalimantan Timur (Kaltim) belum usai. Bahkan sejumlah negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia turut merasakan dampaknya.
Di sejumlah daerah di Kaltim, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masuk dalam ketagori berbahaya. Seperti di Kecamatan Sendawar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), yang menembus angka 409.
Data menunjukkan, paparan PM2,5 di Kutai Barat sempat menyentuh angka 740 µg/m³—setara dengan 13,3 kali lipat dari baku mutu udara yang ditetapkan. Sementara itu, paparan PM2,5 di Kutai Timur mencatatkan 12,7 kali baku mutu dan Mahakam Ulu mencapai 10 kali lipat. Beruntung, kualitas udara di Samarinda mulai membaik dari ISPU 100 ke level 32.
Menanggapi situasi krusial ini, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk memperkuat langkah preventif dan bertindak secara terintegrasi.
BACA JUGA:
Kualitas Udara Balikpapan Dipantau 24 Jam, DLH: Status Masih Sedang - ibukotakini.com
“Karena itu, penanganan karhutla harus lebih preventif dan terintegrasi. Begitu hotspot meningkat, patroli dan pencegahan harus langsung bergerak,” kata Rudy Mas'ud saat membuka Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim 2026 di Aula Makodam VI Mulawarman, Rabu (7/10/2026).
1. Satu Data Hotspot dan Penegakan Hukum Ketat
Gubernur meminta seluruh pihak menggunakan satu basis data yang mengintegrasikan informasi titik panas (hotspot), prakiraan cuaca, kualitas udara, hingga dampak kesehatan masyarakat.
Selain penguatan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, perusahaan di sektor perkebunan, kehutanan, dan pertambangan diwajibkan memastikan kesiapan personel, peralatan pemadam, hingga sumber air baku.
Saat ini, Kaltim menyiagakan:
- 291 personel Brigade Pengendalian Karhutla.
- 301 regu Masyarakat Peduli Api (MPA) dengan total 5.867 personel.
Seluruh kekuatan ini akan diintegrasikan langsung dalam sistem penanganan darurat di lapangan.
BACA JUGA:
ISPU Sendawar Tembus 363, Kualitas Udara Kubar Berbahaya - ibukotakini.com
“Kita jangan hanya berbicara tentang jumlah titik api, karena ukuran keberhasilan penanganan karhutla adalah sejauh mana masyarakat terlindungi,” tambah Rudy Mas'ud.
2. Kasus ISPA Melonjak, Kelompok Rentan Diprioritaskan
Dampak asap karhutla berimbas langsung pada kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Kaltim mencatat sebanyak 13.086 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam periode pelaporan khusus karhutla (27 Juli – 15 September 2026). Bahkan, angka kasus mingguan sempat melonjak hingga 5,4 kali lipat.
Pemerintah memprioritaskan perlindungan penuh bagi kelompok rentan, seperti, anak-anak dan balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan bawaan
Langkah antisipasi dilakukan melalui penguatan surveilans ISPA dan pneumonia, kesiapan fasilitas Puskesmas, ketersediaan obat dan APD (masker), serta edukasi pembatasan aktivitas outdoor.
BACA JUGA:
Pakar Usulkan Cara Atasi Karhutla di Lahan Gambut - ibukotakini.com
Tak hanya ISPA, kemarau panjang juga memicu peningkatkan 35.105 penderita diare (dengan 5 kasus kematian) serta potensi ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD).
3. Antisipasi Krisis Air Bersih dan Pencemaran Sungai
Dampak kemarau tak hanya membakar lahan, tetapi juga mengancam pasokan air bersih. Pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terhadap 33 titik sungai di 10 kabupaten/kota menunjukkan seluruhnya berstatus tercemar ringan. Penurunan debit air menyebabkan kemampuan sungai mengencerkan polutan semakin melemah.
Gubernur mendesak BPBD, pemerintah kabupaten/kota, dan Perumda Air Minum (PDAM) untuk segera memetakan wilayah rawan air bersih.
“Jangan sampai pemerintah bergerak setelah masyarakat antre mengambil air. Kita harus hadir sebelum masalah menjadi krisis. Setiap keputusan rapat hari ini harus memiliki target waktu, penanggung jawab, dan action plan yang jelas,” ujar gubernur.
BACA JUGA:
Kasus Diare Akut di Balikpapan Capai 524, Tertinggi di Kaltim - ibukotakini.com
4. Penyebab Karhutla dan Rekomendasi Solusi
Dalam kesempatan yang sama, Irdam VI/Mulawarman Brigjen Unang Sudargo menjelaskan bahwa karhutla di Kaltim dipicu oleh dua faktor utama: faktor manusia dan faktor alam (seperti fenomena El Nino).
Untuk menekan risiko bencana berulang, Unang Sudargo merekomendasikan sejumlah langkah strategis:
- Pembuatan tambahan embung air di titik rawan.
- Penambahan armada Pemadam Kebakaran (Damkar).
- Penguatan perkerasan jalan akses penanganan kebakaran.
- Penegakan larangan membakar lahan secara tegas.
- Penyusunan rencana kontinjensi bencana sesuai tipologi ancaman di tiap daerah.
