
Jadi Satu-satunya di Kaltim, Perumdam TTB Kutim Siap Produksi Massal AMDK
- Mampu Cetak 2.000 Botol Per Jam
Kutai Timur
IBUKOTAKINI.COM — Di tengah ancaman defisit sumber air baku, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur terus melakukan inovasi.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berusia 25 tahun itu, menjadi satu-satunya perusahaan air minum di Kalimantan Timur (Kaltim) yang mampu memproduksi botol Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) secara mandiri.
Uji coba pencetakan botol produk AMDK lokal, Sangattaqua untuk ukuran 330 ml dan 600 ml, di pabrik AMDK Perumdam TTB, Jalan Papa Charlie Kabo Jaya, pada Selasa (30/6/2026) berjalan lancar.
Mesin Canggih: Mampu Cetak 2.000 Botol Per Jam
Direktur Perumdam TTB Kutim, Suparjan, mengungkapkan bahwa uji coba ini krusial untuk memastikan kesiapan seluruh lini infrastruktur sebelum Sangattaqua dilempar secara massal ke pasaran.
BACA JUGA:
SPPG di Kutai Timur Gunakan Air Kemasan Produksi PDAM - ibukotakini.com
Dari hasil uji teknis, mesin pencetak botol Sangattaqua terbukti memiliki performa tinggi dan diklaim mampu menghasilkan hingga 2.000 botol per jam.
“Untuk varian botol, proses uji coba pencetakan dinilai telah berjalan dengan sangat baik. Manajemen memastikan bahwa produksi massal akan langsung berjalan begitu pasokan bahan baku botol tiba dalam waktu dekat,” ujar Suparjan.
Meski demikian, Suparjan mengakui bahwa bahan baku berupa biji plastik saat ini masih didatangkan dari Surabaya demi menjaga efisiensi operasional.
Melalui kehadiran Sangattaqua, ia berharap produk ini tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik Kutai Timur, tetapi juga menjadi produk kebanggaan daerah yang berdaya saing tinggi di tingkat regional.
Bupati Ardiansyah Dorong Produksi Varian Galon untuk Kurangi Sampah Plastik
Kesiapan teknis ini mendapat respons positif dan apresiasi tinggi dari Bupati Kutai Timur, Ardiansyah. Melihat tingginya permintaan pasar, Bupati menginstruksikan pihak manajemen untuk bergerak cepat dan tidak menunda-nunda lagi proses produksi massal.
“Alhamdulillah kita sudah siap sebenarnya. Permintaan pasar juga sudah banyak. Selain itu, saya juga sudah perintahkan untuk terus mencari peluang pasar baru yang lebih luas,” tegas Ardiansyah kepada wartawan.
Menariknya, Bupati Ardiansyah juga memberikan perhatian khusus pada isu lingkungan, terutama tren pengurangan sampah plastik sekali pakai.
BACA JUGA:
Pasokan Air Baku Defisit, Layanan Air Bersih 18 Ribu Warga Terancam - ibukotakini.com
Menanggapi pergeseran gaya hidup di sektor perhotelan dan perkantoran yang kini beralih menggunakan dispenser, ia meminta Perumdam TTB segera mempercepat lini produksi untuk varian galon.
“Sekarang ini terkait dengan pembatasan penggunaan plastik. Kita lihat di hotel dan kantor-kantor, sebagian besar sudah menggunakan galon dan dispenser, tidak lagi menaruh botol di kamar-kamar. Ini maknanya, produksi air galon sudah saatnya dikejar,” tambah Ardiansyah.
Merespons instruksi tersebut, Suparjan menyatakan bahwa pengadaan mesin untuk varian galon telah masuk dalam rencana strategis manajemen dan dianggarkan untuk tahun depan.
Sebelum mencetak botol sendiri, Perumdam TTB telah sukses memproduksi air siap minum. Tiga varian air minum dalam kemasan telah diproduksi, yakni ukuan gelas 220 mililiter (ml) dipasarkan dengan harga Rp24 ribu per kardus isi 48. Kemudian botol 330 ml dipasarkan Rp40 ribu per kardus isi 24, dan botol 600 ml dijual Rp49 ribu per kadus isi 24. ***
