Jaga Pasokan Pangan dan Inflasi, PPU Kerja Sama Kabupaten Karo
Penajam

Jaga Pasokan Pangan dan Inflasi, PPU Kerja Sama Kabupaten Karo

  • PPU dan Karo kerja sama antardaerah untuk menjaga pasokan pangan dan stabilitas harga
Penajam
Is Wahyudi

Is Wahyudi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah dengan menggandeng Kabupaten Karo, Sumatera Utara, melalui kerja sama antardaerah (KAD). 

Kolaborasi ini diarahkan untuk menjaga kesinambungan pasokan pangan sekaligus mengantisipasi gejolak harga di tengah risiko El Nino 2026.

Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan sinergi antardaerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan komoditas pangan strategis. Terlebih, perubahan iklim dan potensi El Nino dapat berdampak terhadap produksi serta distribusi pangan.

Hal itu disampaikan Mudyat saat menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) periode Agustus 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan tersebut mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi melalui Kerja Sama Antardaerah (KAD) dalam Menjamin Kesinambungan Pasokan, Pengendalian Harga, dan Mitigasi Risiko El Nino.”

Dalam kesempatan itu, Pemkab PPU dan Pemkab Karo menandatangani Kesepakatan Kerja Sama (KAD) sebagai langkah strategis memperkuat pasokan pangan.

Selain itu, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Asosiasi Pedagang Pasar Kabupaten PPU dan Perumda Manuntung Sukses.

BACA JUGA:

Job Fair PPU 2026 Buka 250 Lowongan, Investasi Jadi Tantangan - ibukotakini.com

Mudyat menyatakan pengendalian inflasi merupakan salah satu agenda prioritas yang membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Stabilitas harga pangan berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat, kesejahteraan, serta kondisi perekonomian daerah.

“Pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi dan koordinasi yang kuat antara TPID, perangkat daerah, pelaku usaha, serta seluruh stakeholder terkait,” terang Mudyat.

Dia mengingatkan tantangan ekonomi global dan nasional masih perlu diantisipasi. Di sisi lain, perubahan iklim dan risiko El Nino berpotensi mengganggu produksi sejumlah komoditas pangan.

“Kami komitmen memastikan stok komoditas pangan strategis tetap aman, terutama dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau,” tandasnya.

Mudyat meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memperketat pemantauan stok dan distribusi pangan secara berkala.

Sejumlah komoditas yang memiliki kontribusi terhadap inflasi menjadi perhatian khusus, seperti beras, cabai, bawang merah, minyak goreng, gula, telur, dan daging ayam.

BACA JUGA:

Sekolah Nasional Terintegrasi Segera Dibangun di PPU - ibukotakini.com

“Langkah antisipatif harus dilakukan lebih awal sehingga ketika terjadi potensi gangguan pasokan, kita sudah memiliki langkah penanganan dan distribusi barang tidak terganggu,” ujarnya.

Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah daerah juga diminta melakukan monitoring harga secara periodik. Pemantauan tersebut perlu disinergikan dengan inspeksi mendadak (sidak) pasar untuk mengetahui perkembangan harga secara langsung. 

Pengendalian inflasi, menurut Mudyat, tidak cukup hanya dilakukan melalui intervensi ketika harga komoditas melonjak.

Pemkab PPU juga mendorong penguatan ketahanan pangan secara berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas pertanian, pemanfaatan lahan pekarangan, pengembangan cadangan pangan pemerintah daerah, serta pemberdayaan kelompok tani dan pelaku usaha pangan lokal.

BACA JUGA:

AHASS Bekali Siswa SMK Negeri 6 PPU Standar Pelumasan Motor Honda - ibukotakini.com

Data yang akurat dan real time dinilai penting sebagai dasar pemerintah dalam mengambil kebijakan pengendalian inflasi secara cepat dan tepat.

“Koordinasi antarwilayah dan kerja sama perdagangan antardaerah harus terus diperkuat. Dengan begitu, kelancaran distribusi dapat terjaga dan risiko kekurangan pasokan dapat kita cegah sejak awal,” kata Mudyat.

Mudyat menilai KAD antara PPU dan Karo menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kesinambungan pasokan pangan.

Kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting. Bukan hanya sebagai sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antardaerah dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.