Jalan Syarifuddin Yoes Diperbaiki, Kendaraan Berat Dialihkan Selama Tiga Bulan
Balikpapan

Jalan Syarifuddin Yoes Diperbaiki, Kendaraan Berat Dialihkan Selama Tiga Bulan

  • Kondisi tanah di titik longsor dinilai perlu segera ditangani untuk mencegah kerusakan lebih parah
Balikpapan
Yandri Rinaldi

Yandri Rinaldi

Author

IBUKOTAKINI.COM - Aktivitas kendaraan di Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan Selatan, mulai mengalami perubahan menyusul dimulainya penanganan jalan longsor di kawasan tersebut. 

Sejumlah banner pengalihan arus dipasang di tepi jalan, sementara traffic cone dan pembatas jalan terlihat berjajar di titik yang menjadi area pengaturan lalu lintas.

Pada siang hari, arus kendaraan roda empat dan roda dua masih tampak ramai melintas. Namun kendaraan angkutan barang bertonase besar mulai diarahkan keluar jalur utama menuju ruas alternatif. 

Petugas juga disiagakan untuk memantau kelancaran arus kendaraan di sekitar lokasi pekerjaan.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/jalan-syarifuddin-yoes-balikpapan-amblas-lagi-dpu-mulai-lakukan-perbaikan

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Fadli Fathurrahman, mengatakan perbaikan jalan longsor di Jalan Syarifuddin Yoes diperkirakan berlangsung selama tiga bulan sejak pekerjaan dimulai.

"Berdasarkan hasil rapat penanganan Jalan Syarifuddin Yoes, pekerjaan diperkirakan berlangsung selama tiga bulan," ucap Fadli saat dikonfirmasi, Jum'at (15/5/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tanah di titik longsor dinilai perlu segera ditangani untuk mencegah kerusakan lebih parah. 

Informasi dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) menyebutkan penurunan tanah berpotensi terus terjadi apabila tidak segera dilakukan perbaikan.

Karena itu, kendaraan dengan Jumlah Berat Bruto (JBB) di atas 6 ton dialihkan melalui Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MT Haryono selama proses pekerjaan berlangsung.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/jaga-kualitas-layanan-publik-pemkot-balikpapan-perketat-pengawasan-pegawai

Fadli menyebutkan, kedua ruas tersebut dipilih karena memiliki fungsi sebagai jalan arteri yang dinilai mampu menjadi jalur alternatif kendaraan berat. 

Pengalihan itu juga tetap menyesuaikan Surat Edaran Wali Kota Balikpapan terkait jam operasional kendaraan angkutan barang.

Dishub Balikpapan mengakui perpindahan arus kendaraan ke jalur alternatif berpotensi menambah kepadatan lalu lintas, terutama pada pagi dan sore hari saat mobilitas masyarakat meningkat.

Untuk mengantisipasi kemacetan, Dishub bersama instansi terkait melakukan sejumlah langkah pengendalian lalu lintas. 

Salah satunya dengan pemasangan banner informasi pengalihan arus di sejumlah titik persimpangan agar pengendara mengetahui perubahan jalur sejak awal perjalanan.

Selain itu, petugas gabungan ditempatkan di beberapa titik untuk membantu pengaturan arus kendaraan dan mencegah penumpukan lalu lintas.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/dprd-balikpapan-ingatkan-pedagang-hewan-kurban-dilarang-pakai-fasum

Dishub juga mengoptimalkan sistem traffic light yang terhubung dengan B Connect melalui penyesuaian waktu siklus lampu lalu lintas agar distribusi kendaraan lebih lancar di jalur alternatif.

"Optimalisasi traffic light dilakukan untuk menjaga kelancaran kendaraan di ruas alternatif," jelasnya.

Fadli pun turut mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi pekerjaan maupun jalur pengalihan arus. 

Pengendara diminta mengurangi kecepatan kendaraan, mematuhi arahan petugas di lapangan, dan memperhatikan rambu-rambu sementara yang dipasang selama proses perbaikan berlangsung.

Ia juga meminta pengemudi kendaraan berat mengikuti jalur pengalihan yang telah ditentukan guna mengurangi risiko gangguan lalu lintas dan menjaga keamanan di sekitar area pekerjaan.

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/libatkan-guru-diskominfo-balikpapan-lindungi-anak-dari-ancaman-digital

"Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas bersama selama proses perbaikan berlangsung," pesannya.

Pengawasan di lapangan dilakukan melalui penempatan petugas operasional, pemasangan water barrier dan traffic cone, serta pemantauan kamera pengawas yang terhubung dengan CC Room dan aplikasi B Connect.

Dishub memastikan evaluasi kondisi lalu lintas akan terus dilakukan selama proyek berjalan. 

Hasil pemantauan tersebut nantinya menjadi dasar penerapan rekayasa lalu lintas lanjutan sesuai perkembangan situasi di lapangan. (ADV Diskominfo Balikpapan)