
Jelang Nataru, KPPU Pantau Harga Pangan di Balikpapan
- Upaya ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kantor Wilayah V Komisi Pengawas Persaingan Usaha (Kanwil V KPPU) memperketat pemantauan harga dan pasokan bahan pangan di Kota Balikpapan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga serta mengantisipasi praktik persaingan usaha yang berpotensi merugikan konsumen.
Pemantauan dipimpin langsung Kepala Kanwil V KPPU, F.Y. Andriyanto, dengan menyasar Pasar Tradisional Sepinggan, Rabu (24/12). Tim memeriksa sejumlah komoditas utama yang menjadi kebutuhan masyarakat selama periode Nataru, di antaranya beras, cabai, bawang merah dan bawang putih, daging sapi dan ayam, telur ayam ras, minyak goreng, hingga gula.
Dari hasil pengecekan, harga beras SPHP tercatat sekitar Rp60.000 per kemasan 5 kilogram atau setara Rp12.000 per kilogram. Bawang merah dijual Rp45.000 per kilogram, sementara bawang putih berada di angka Rp40.000 per kilogram, turun signifikan dari harga sebelumnya yang mencapai Rp60.000 per kilogram. Adapun harga gula berada di kisaran Rp17.500 per kilogram.
BACA JUGA:
https://ibukotakini.com/read/tahun-2026-kppu-kaltim-fokus-awasi-sektor-strategis
Untuk komoditas protein hewani, telur ayam ras dijual sekitar Rp63.000 per piring, daging sapi berkisar Rp140.000 hingga Rp160.000 per kilogram, dan daging ayam ras sekitar Rp40.000 per kilogram. Secara umum, sejumlah komoditas menunjukkan tren penurunan harga dibandingkan hasil pemantauan pada pertengahan Desember 2025.
Menurut Andriyanto, pemantauan harga ini merupakan bagian dari sistem peringatan dini (early warning system) yang dilakukan KPPU secara berkelanjutan. Selain pasar tradisional, pengawasan juga dilakukan di pasar modern guna memastikan ketersediaan stok dan konsistensi harga di seluruh jalur distribusi.
“Pengawasan tidak hanya di tingkat pasar, tetapi juga mencakup rantai pasok dari hulu hingga hilir. Kami berkomitmen mencegah praktik persaingan usaha tidak sehat yang bisa memicu gejolak harga atau menghambat pasokan,” kata Andriyanto pada Selasa, 24 Desember 2025.
Ia menambahkan, secara umum kondisi pasokan bahan pangan di Balikpapan terpantau aman.
"Stok dinilai mencukupi, sementara harga masih berada dalam batas kewajaran, dipengaruhi oleh mekanisme permintaan dan penawaran serta faktor cuaca," tutupnya. ***
