
Jelang Ramadan, Pasokan Pangan Balikpapan Masih Impor Daerah
- Ketergantungan tersebut membuat Balikpapan sangat sensitif terhadap kelancaran distribusi dari daerah penghasil
Balikpapan
IBUKOTAKINI.COM - Pemerintah Kota Balikpapan kerja sama pasokan bahan pangan dengan sejumlah daerah penghasil di Pulau Jawa dan Sulawesi menjelang Ramadan 2026.
Langkah ini ditempuh untuk menjaga ketersediaan pasokan di tengah keterbatasan produksi pangan lokal.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Haemusri Umar mengatakan, kontribusi pangan lokal Balikpapan masih sangat kecil.
“Pasokan dari dalam daerah hanya sekitar 7 persen dari total kebutuhan kota, termasuk komoditas hortikultura. Selebihnya masih bergantung dari luar daerah,” ungkap Haemusri, pada Kamis (12/2/2026).
Ketergantungan tersebut membuat Balikpapan sangat sensitif terhadap kelancaran distribusi dari daerah penghasil, terutama saat permintaan meningkat menjelang bulan puasa.
Untuk itu, Pemkot mendorong skema kerja sama antarpelaku usaha dengan pola business to business (B2B).
Dalam skema tersebut, pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator komunikasi, sementara tindak lanjut teknis kerja sama berada di tangan Perusahaan Umum Daerah (Perumda).
“Pemkot mendorong dan memfasilitasi. Realisasi kerja sama menjadi kewenangan Perumda,” kata Haemusri.
BACA JUGA:
BI-TPID Kunci Pasokan Pangan MBG agar Inflasi Stabil - ibukotakini.com
Namun, tingginya ketergantungan pada pasokan luar daerah menimbulkan tantangan tersendiri, khususnya dalam menjaga stabilitas harga. Tanpa langkah konkret di lapangan, kerja sama antardaerah dinilai belum tentu efektif meredam tekanan harga saat permintaan melonjak.
Berdasarkan hasil pemantauan pekan kedua Februari 2026, Balikpapan mencatat inflasi sebesar 0,30 persen secara bulanan (mtm).
Lima komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah angkutan udara, daging ayam ras, emas perhiasan, kopi bubuk, dan tomat sayur.
Kenaikan tarif angkutan udara dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Ramadan. Sementara harga daging ayam ras naik akibat menurunnya pasokan ayam beku dari Jawa serta ayam segar dari Balikpapan dan sekitarnya, di tengah permintaan yang tetap kuat.
Harga emas perhiasan ikut terdongkrak seiring tren kenaikan harga emas dunia akibat penguatan permintaan global. Adapun kopi bubuk naik karena kenaikan harga bahan baku di tingkat produsen.
BACA JUGA:
Ramadan Dekat, Bulog Jamin Stok Beras Kaltim Aman - ibukotakini.com
Pada komoditas hortikultura, kenaikan harga terjadi pada tomat sayur, cabai rawit, dan kacang panjang. Terbatasnya pasokan dari sentra produksi di Jawa dan Sulawesi, ditambah musim hujan yang masih berlangsung, turut memengaruhi volume produksi dan biaya distribusi.
Di sisi lain, sejumlah komoditas tercatat mengalami deflasi terdalam, antara lain bensin, beras, bawang merah, popok bayi, dan sawi hijau.
Meski demikian, secara umum Balikpapan masih diprakirakan menghadapi risiko inflasi sepanjang Februari 2026. Dengan ketergantungan pasokan yang masih tinggi, penguatan produksi pangan lokal dinilai menjadi langkah strategis agar ketahanan pangan kota tidak terus berada pada posisi rentan setiap menjelang hari besar keagamaan. ***
