Aksi sosial ini menyasar santri di Pondok Pesantren Al-Munawwarah Bukit Biru dan Panti Asuhan Ash-Sidieq di wilayah Tenggarong. (Sumber: BMH)
Kutai Kartanegara

Jumat Berkah, BMH Salurkan 120 Nasi Kotak untuk Santri Tenggarong

  • Menyasar Santri Ponpes Al-Munawwarah dan Panti Asuhan Ash-Sidieq
Kutai Kartanegara
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM — Program Jumat Berkah kembali digulirkan. 

Kali ini, Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Gerai Tenggarong menyalurkan 120 nasi kotak kepada santri dan anak panti asuhan di Kutai Kartanegara, Jumat, 1 Mei 2026.

Aksi sosial ini menyasar santri di Pondok Pesantren Al-Munawwarah Bukit Biru dan Panti Asuhan Ash-Sidieq di wilayah Tenggarong. 

Bantuan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sekaligus mendukung asupan gizi para santri duafa dan penghafal Al-Qur’an.

Penyaluran dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari Toko Malika hingga sejumlah rumah makan di Tenggarong.

Kolaborasi ini menjadi kunci keberlanjutan program berbasis donasi masyarakat tersebut.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kebutuhan konsumsi dan gizi santri,” ujar Ustadz Amin, pengurus Ponpes Al-Munawwarah.

Menurut dia, kepedulian para donatur melalui BMH memberi dampak langsung bagi keseharian para santri. Ia berharap program serupa terus berlanjut.

Distribusi bantuan dilakukan di dua titik, yakni kawasan Jalan Pahlawan, Kecamatan Tenggarong Seberang, serta Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Timbau. 

Sebanyak 120 santri menjadi penerima manfaat dalam kegiatan ini.

BMH memastikan proses penyaluran dilakukan melalui tahapan koordinasi dengan pengelola lembaga penerima, persiapan logistik, hingga distribusi langsung di hari pelaksanaan.

Perwakilan BMH menyebut, program Jumat Berkah merupakan amanah donatur yang rutin disalurkan setiap pekan. Fokusnya adalah membantu kelompok rentan, khususnya santri dan anak yatim.

“Terima kasih kepada para donatur dan mitra yang terlibat. Semoga kebaikan ini terus mengalir dan membawa keberkahan,” tulis BMH dalam keterangannya.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial di daerah, sekaligus memastikan kebutuhan dasar santri di lembaga pendidikan keagamaan tetap terpenuhi.***