
Jumlah Pelaku Usaha di Kaltim Turun
- BPS Catat 382 Ribu Orang Pada Tahun 2025
UMKM
IBUKOTAKINI.COM – Jumlah pelaku usaha di Kalimantan Timur mengalami penurunan sepanjang tahun 2025.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menunjukkan, penduduk yang berusaha sendiri tercatat sebanyak 382.250 orang atau 19,41 persen dari total penduduk bekerja tahun itu yang mencapai 1.969.739 orang.
Angka tersebut menurun cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Agustus 2024, jumlah pelaku usaha masih berada di kisaran 445.260 orang atau 22,53 persen dibanding angkatan kerja.
Secara persentase, jumlah pelaku usaha turun 4,52 persen dibanding tahun 2023 yang mencapai 23,93 persen atau 442.091 orang dari 1.847.295 orang.
BACA JUGA:
WFH ASN Picu Kritik, Riset Ungkap 69 Persen Warganet Netral - ibukotakini.com
Tren ini mengindikasikan adanya pergeseran struktur ketenagakerjaan di Kaltim dalam tiga tahun terakhir.
Penurunan jumlah pelaku usaha ini terjadi di tengah meningkatnya dominasi pekerja dengan status buruh/karyawan/pegawai.
Pada 2025, kelompok ini masih menjadi yang terbesar dengan jumlah 1.040.732 orang atau 52,84 persen dari total tenaga kerja.
Sementara itu, beberapa kategori lain justru mengalami kenaikan. Misalnya, pekerja bebas non-pertanian meningkat menjadi 71.248 orang (3,62 persen), serta pekerja yang dibantu buruh tidak tetap atau tidak dibayar mencapai 191.514 orang (9,72 persen).

BACA JUGA:
Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika adaptasi tenaga kerja terhadap peluang ekonomi yang tersedia.
Di sisi lain, pekerja keluarga relatif stabil di angka 177.189 orang atau sekitar 9 persen, sementara pekerja bebas di sektor pertanian tercatat 29.055 orang atau 1,48 persen.
Secara keseluruhan, jumlah penduduk bekerja di Kalimantan Timur masih menunjukkan tren meningkat dibandingkan 2023, meski sedikit terkoreksi dari 2024.
Pada 2023 jumlahnya 1.847.295 orang, naik menjadi 1.976.447 orang pada 2024, lalu sedikit turun ke 1.969.739 orang di 2025.
BACA JUGA:
Perusahaan Diberi Waktu 6 Bulan Bangun Jalan Baru - ibukotakini.com
Penurunan jumlah pelaku usaha ini menjadi sinyal penting bagi pemangku kebijakan.
Tanpa dukungan terhadap sektor usaha mandiri, termasuk UMKM dan wirausaha baru, potensi ekonomi daerah bisa kehilangan salah satu motor penggeraknya.
BPS menilai perubahan ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor ekonomi makro, pergeseran lapangan kerja, hingga preferensi tenaga kerja yang cenderung memilih pekerjaan dengan pendapatan lebih stabil.
Ke depan, penguatan ekosistem usaha mandiri dinilai krusial agar jumlah pelaku usaha di Kaltim tidak terus menyusut, sekaligus menjaga keseimbangan struktur ketenagakerjaan di daerah.***
