
Kadiskominfo Luruskan Pernyataan Gubernur Soal Sekolah Libur MBG Jalan Terus
- Sebut MBG Program Pemerintah Pusat
Kabar Ibu Kota
IBUKOTAKINI.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) meluruskan polemik mengenai pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah kebijakan pembelajaran daring akibat memburuknya kualitas udara dan kabut asap.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Ririn Sari Dewi menegaskan, program MBG tetap berjalan meski kegiatan belajar mengajar tatap muka di sejumlah sekolah dialihkan menjadi pembelajaran daring.
“MBG adalah program pemerintah pusat. Secara keseluruhan MBG di Kaltim tetap berjalan seperti biasa, pemerintah daerah tidak terkait dengan program tersebut,” tegas Ririn dalam pernyataan resmi yang dikutip Sabtu (19/9/2026).
Namun, pelaksanaan teknis penyaluran MBG di lapangan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Hal itu terutama mempertimbangkan tingkat keparahan kabut asap serta aspek keselamatan siswa.
BACA JUGA:
Sekolah di Samarinda Daring Akibat Kabut Asap, MBG Tetap Berjalan - ibukotakini.com
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul ramainya perbincangan di media sosial mengenai kebijakan sekolah diliburkan karena kabut asap, tetapi program MBG disebut tetap berjalan.
Sebelumnya, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud juga menyampaikan bahwa MBG tetap menjadi prioritas meskipun kegiatan belajar tatap muka dihentikan sementara akibat kualitas udara yang memburuk.
Saat ditanya apakah siswa yang diliburkan tetap harus datang ke sekolah untuk mengambil makanan MBG, Rudy mengatakan teknis pelaksanaannya belum diketahuinya secara rinci. Namun, ia memastikan program MBG tetap berjalan di Kalimantan Timur.
“Kalau untuk seluruh Kalimantan Timur, MBG tetap menjadi prioritas,” ujar Rudy.
BACA JUGA:
MBG di Balikpapan Jangkau Semua Kecamatan, Cakupan Hampir 50 Persen - ibukotakini.com
Sekolah Beralih ke Pembelajaran Daring
Kebijakan pembelajaran daring diterapkan sebagai langkah perlindungan terhadap siswa, guru, dan tenaga kependidikan dari paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas II APT Pranoto Samarinda pada Rabu (16/9/2026) pukul 16.00 Wita, kualitas udara di wilayah tersebut telah masuk kategori sangat tidak sehat.
Kondisi tersebut mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim mengeluarkan kebijakan yang memperkenankan satuan pendidikan mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi daring.
Kebijakan tersebut bersifat situasional. Sekolah diminta terus berkoordinasi dengan orang tua untuk memastikan proses pembelajaran dan pengawasan siswa tetap berjalan selama belajar dari rumah.
BACA JUGA:
ISPU Sendawar Tembus 363, Kualitas Udara Kubar Berbahaya - ibukotakini.com
Pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan setelah kondisi kualitas udara dinyatakan aman oleh instansi berwenang.
Keselamatan Siswa Tetap Jadi Prioritas
Ririn menegaskan, keberlanjutan program MBG tidak berarti siswa harus dipaksakan datang ke sekolah ketika kondisi udara membahayakan kesehatan.
Teknis distribusi makanan bergizi akan menyesuaikan kondisi di masing-masing daerah. Dengan demikian, pelaksanaan MBG tetap berjalan dengan mempertimbangkan situasi kabut asap dan keselamatan penerima manfaat.
“Pelaksanaan teknis pembagian MBG akan bersifat fleksibel mengikuti tingkat keparahan kabut asap di masing-masing wilayah,” kata Ririn.
BACA JUGA:
30 Penerbangan Dialihkan ke Balikpapan Akibat Kabut Asap - ibukotakini.com
Pemprov Kaltim pada saat yang sama meminta masyarakat mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara dan kebijakan pembelajaran dari pemerintah maupun satuan pendidikan.
Langkah tersebut dilakukan agar perlindungan kesehatan siswa tetap berjalan tanpa mengganggu keberlanjutan program MBG sebagai program pemerintah pusat.***
