Kaltim Daerah Pertama Penyelenggaraan Festival UMKM Tahun 2026
UMKM

Kaltim Daerah Pertama Penyelenggaraan Festival UMKM Tahun 2026

  • 1.100 UMKM Ikut Layanan Terpadu Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro
UMKM
Ambarwati

Ambarwati

Author

IBUKOTAKINI.COM - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi menggelar Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro 2026 di BSCC Dome Balikpapan, Rabu (17/6/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kewirausahaan Nasional dan Hari UMKM 2026 yang diperingati sepanjang bulan Juni. 

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengatakan Kalimantan Timur menjadi daerah pertama yang menyelenggarakan festival tersebut pada tahun ini. 

“Festival ini merupakan kelanjutan dari program tahun 2025. Arahan Menteri UMKM, kegiatan ini harus terus dilaksanakan dan dikembangkan agar semakin banyak pelaku usaha yang mendapatkan kemudahan berusaha dan perlindungan usaha,” kata Riza. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/besok-umkm-balikpapan-bisa-urus-nib-hingga-sertifikasi-halal-gratis

Menurut dia, pelaksanaan festival serupa pada 2025 berhasil menjangkau lebih dari 14 juta UMKM yang bertransformasi dari sektor informal ke sektor formal melalui berbagai layanan perizinan dan pendampingan usaha. 

Selain itu, lebih dari 6,5 juta produk UMKM telah memperoleh sertifikasi halal, sementara lebih dari 1 juta UMKM mendapatkan Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). 

“Lebih dari 4 juta UMKM juga berhasil mengakses pembiayaan formal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang tahun 2025,” ujarnya. 

Pada pelaksanaan tahun 2026, Kementerian UMKM menghadirkan dua inovasi utama. 

Pertama, seluruh peserta festival akan terintegrasi ke dalam sistem digital SAPA UMKM yang menjadi basis data dan layanan pelaku usaha mikro. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/aturan-pajak-umkm-berubah-siapa-yang-nikmati-p-ph-final-0-5-persen

Kedua, layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kota Balikpapan akan diperluas dengan penambahan 10 jenis layanan baru. Sebelumnya, PTSP hanya menyediakan sekitar 19 hingga 25 layanan bagi masyarakat dan pelaku usaha. 

“Kami berharap layanan yang ditinggalkan setelah festival ini berakhir tetap bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mendukung pertumbuhan usaha mereka,” katanya. 

Riza menyebutkan sekitar 1.100 pelaku UMKM dari Balikpapan dan berbagai daerah di Kalimantan Timur mengikuti festival tersebut. 

Berbagai layanan disediakan dalam kegiatan itu, mulai dari penerbitan legalitas usaha, sertifikasi produk, pendampingan hukum, konsultasi bisnis, hingga talkshow edukatif bagi pelaku UMKM. 

BACA JUGA:

https://ibukotakini.com/read/dprd-balikpapan-tunda-finalisasi-revisi-perda-reklame-1

Selain itu, pemerintah juga menyerahkan sejumlah sertifikat kepada pelaku usaha, termasuk sertifikat legalitas usaha dan dokumen pendukung lainnya yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing UMKM.

Festival tersebut juga menghadirkan pameran produk unggulan UMKM Kalimantan Timur sebagai upaya memperluas akses pasar dan memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat. 

Tak hanya itu, peserta mendapatkan pelatihan digitalisasi usaha, pemasaran digital, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk pengembangan bisnis. 

Menurut Riza, seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan target nasional 10 juta wirausaha yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga negara, perbankan, dan mitra strategis dapat terus memperkuat ekosistem UMKM di Indonesia,” ujarnya. 

Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro 2026 terselenggara melalui kolaborasi berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perbankan, serta mitra strategis yang mendukung pengembangan UMKM nasional. ***