Mangrove Lati Tuo, merupakan salah satu 'suguhan' Desa Wisata Klempang Sari Kabupaten Paser yang meraih Juara 1 Desa Wisata Kaltim 2026.
Kabar Ibu Kota

Kaltim Punya 122 Desa Wisata, Mana Desa Wisata Terbaik?

  • Daftar Desa Wisata Terbaik Ada di Sini
Kabar Ibu Kota
Robi Sugiarto

Robi Sugiarto

Author

IBUKOTAKINI.COM – Kalimantan Timur memiliki 122 desa wisata yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Dari ratusan desa yang mengembangkan potensi pariwisata tersebut, sejumlah daerah berhasil mencuri perhatian dan meraih penghargaan dalam Lomba Desa Wisata Kaltim 2026.

Lalu, desa wisata mana yang menjadi juara di Kalimantan Timur?

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menetapkan Desa Wisata Klempang Sari, Kabupaten Paser, sebagai Juara I Lomba Desa Wisata Kaltim 2026. Posisi kedua diraih Desa Wisata Bangun Rejo, Kabupaten Kutai Kartanegara, sedangkan Desa Wisata Tanjung Isuy, Kabupaten Kutai Barat, menempati posisi ketiga.

Penghargaan diserahkan dalam rangkaian Kaltim Expo 2026 di Atrium Big Mall Samarinda, Kamis (20/8/2026).

BACA JUGA:

Desa Api-Api PPU Destinasi Agrowisata Berbasis UMKM - ibukotakini.com

Tak hanya kategori juara utama, Pemprov Kaltim juga memberikan penghargaan kepada desa wisata dengan keunggulan khusus, mulai dari pemberdayaan masyarakat, ekowisata bahari, agrowisata, budaya hingga konservasi mangrove.

Berikut Juara Lomba Desa Wisata Kaltim 2026

Juara Utama:

  • Juara I: Desa Wisata Klempang Sari, Kabupaten Paser.
  • Juara II: Desa Wisata Bangun Rejo, Kabupaten Kutai Kartanegara.
  • Juara III: Desa Wisata Tanjung Isuy, Kabupaten Kutai Barat.

Kategori Khusus:

  • Pemberdayaan Masyarakat: Desa Sangkuliman, Kabupaten Kutai Kartanegara.
  • Ekowisata Bahari: Kampung Teluk Harapan, Kabupaten Berau.
  • Agrowisata: Desa Bhuana Sari Bumi Rapak, Kabupaten Kutai Timur.
  • Pedalaman dan Adat: Kampung Lutan, Kabupaten Mahakam Ulu.
  • Budaya: Desa Wisata Pampang, Kota Samarinda.
  • Kreatif: Desa Wisata Satimpo Indah, Kota Bontang.
  • Konservasi Mangrove: Kampung Wisata Hendrawisata Pesona Mangrove, Kota Balikpapan.

Dari 841 Desa, Baru 122 yang Menjadi Desa Wisata

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur M. Faisal mengatakan, saat ini terdapat 122 desa wisata dari total 841 desa di Kalimantan Timur.

Jumlah tersebut dinilai masih memiliki ruang besar untuk terus bertambah, mengingat hampir setiap daerah di Bumi Etam memiliki potensi alam, budaya, sejarah hingga ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.

“Jumlah 122 desa wisata ini memang masih jauh dari keseluruhan 841 desa yang ada di Kaltim. Namun, kami berharap kondisi fiskal saat ini tidak menyurutkan semangat kita,” kata Faisal.

Menurut dia, keterbatasan anggaran justru harus menjadi momentum untuk memperkuat kreativitas dan kolaborasi. Pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha hingga mitra strategis diharapkan dapat membangun ekosistem desa wisata secara bersama-sama.

BACA JUGA:

Desa Wisata Ketapanrame Trawas Jadi Rujukan Studi Banding - ibukotakini.com

“Justru dengan keterbatasan yang ada, kolaborasi dan kreativitas harus semakin diperkuat agar potensi desa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Infrastruktur Masih Jadi Tantangan Desa Wisata Kaltim

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim A.M. Fitra Firnanda mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan juga dorongan agar desa-desa di Kalimantan Timur semakin percaya diri mengembangkan potensi wisatanya.

Menurutnya, Kaltim memiliki banyak destinasi dengan panorama alam dan kekayaan budaya yang tidak kalah dibandingkan daerah lain.

“Anugerah ini bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi penyemangat bagi kita semua untuk membuktikan bahwa Kalimantan Timur, khususnya desa-desa yang ada di dalamnya, tidak kalah dengan daerah lain dan mampu menghadirkan objek wisata yang unggul, menarik, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Firnanda.

BACA JUGA:

Otorita IKN Latih Petani Kopi Liberika di Kawasan Penyangga - ibukotakini.com

Namun demikian, pengembangan desa wisata masih menghadapi sejumlah persoalan. Salah satu yang paling utama adalah aksesibilitas dan infrastruktur pendukung.

Banyak potensi wisata di wilayah pedalaman maupun kawasan terpencil Kaltim yang memiliki daya tarik besar, tetapi belum didukung akses jalan dan infrastruktur yang memadai.

“Kita menyadari bahwa salah satu tantangan utama dalam pengembangan desa wisata adalah infrastruktur. Banyak sekali spot dan potensi wisata di desa-desa yang sebenarnya memiliki keindahan luar biasa, tetapi masih terkendala akses jalan dan infrastruktur pendukung lainnya,” katanya.

Pemprov Kaltim, lanjut dia, menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu fokus untuk membuka akses menuju berbagai potensi daerah. Dengan akses yang semakin baik, desa wisata diharapkan tidak hanya menjadi destinasi kunjungan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Pemprov Kaltim Perkuat Kolaborasi Desa Wisata

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Kaltim juga melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan desa wisata.

Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha hingga berbagai mitra strategis.

Faisal menegaskan, desa wisata tidak dapat berkembang apabila hanya mengandalkan satu pihak.

“Kolaborasi merupakan bagian penting dari perjalanan desa wisata. Tidak mungkin desa wisata berkembang hanya dengan mengandalkan satu pihak. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, hingga mitra strategis lainnya,” jelasnya.

BACA JUGA:

Astra Pacu Rammang-Rammang Jadi Desa Wisata Berkelanjutan - ibukotakini.com

Penganugerahan Lomba Desa Wisata Kaltim 2026 diharapkan menjadi pemantik bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi, memperkuat keterlibatan masyarakat serta menjaga kelestarian alam dan budaya.

Dengan dukungan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, promosi dan kolaborasi lintas sektor, desa wisata di Kaltim diharapkan menjadi salah satu penggerak baru ekonomi lokal sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.

Momentum Kaltim Expo 2026 pun menjadi panggung untuk memperkenalkan potensi desa-desa tersebut kepada masyarakat luas dan menegaskan ambisi Kaltim menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu kekuatan ekonomi masa depan Bumi Etam.***